Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Presiden Prabowo Butuh Peran Elite dalam Nation Building, Swasembada Pangan Jadi Fondasi Ketahanan
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran kolaborasi elite nasional dalam proses nation building, yang mencakup berbagai sektor, untuk mencapai hasil nyata bagi rakyat. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa bergantung pada sinergitas antarelite, termasuk politik, ekonomi, budaya, dan agama. Selain itu, Prabowo mengumumkan pencapaian swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional yang mampu menghadapi tantangan global, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah bagian integral dari strategi stabilitas nasional di tengah ketidakpastian internasional.
Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan konsep nation building yang membutuhkan peran elite nasional kepada para pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)
JAKARTA, AFU.ID —Nation building alias pembangunan bangsa membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen elite nasional dalam mengelola sumber daya. Demikian statement Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto di hadapan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah. Ia menyatakan, pembangunan bangsa merupakan sebuah proses panjang dan berat yang membutuhkan pengerahan seluruh kekuatan sumber daya nasional.
Presiden Prabowo menyampaikan, penentu dari keberhasilan proses tersebut tak hanya oleh kebijakan Pemerintah RI. Akan tetapi, turut bergantung pada kemampuan para elite nasional dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Kepala Negara menilai pendekatan itu menjadi prasyarat agar berbagai program strategis mampu menghasilkan dampak nyata bagi seluruh rakyat.
Prabowo Subianto lantas menjelaskan, pembangunan bangsa sejak dulu melibatkan aspek ekonomi, politik, budaya, hingga agama. Ia juga menyebut, keberhasilan sebuah negara sangat bergantung pada kualitas hubungan antarelite nasional. Pengalaman berbagai negara menunjukkan, kolaborasi menjadi pembeda antara negara yang berhasil membangun kemajuan dan yang justru terjebak dalam kegagalan pembangunan.
“Nation building memerlukan kekuatan yang dikerahkan untuk bisa dipersatukan agar dapat memanfaatkan semua sumber daya. Kita belajar, yang utama adalah memang perlu suatu sinergitas, kerja sama, dan kolaborasi antara elite. Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama, semua negara yang gagal elitenya ribut,” ungkap Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, elite nasional tak hanya berasal dari kalangan politik maupun ekonomi. Menurutnya, unsur pimpinan bangsa juga mencakup kalangan intelektual, tokoh agama, budayawan, pelaku seni, dan dunia usaha. Bahkan, para pekerja juga mempunyai tanggung jawab besar untuk bersama-sama menentukan arah pembangunan nasional.
Swasembada Pangan Perkuat Hasil Nation Building
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, nation building yang terbangun melalui kolaborasi lintas sektor mulai menghasilkan capaian konkret di bidang pangan. Ia memastikan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu relatif singkat. Yang mana, itu menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
Prabowo menilai keberhasilan tersebut menjadi modal strategis menghadapi dinamika geopolitik internasional yang memengaruhi stabilitas harga pangan maupun energi. Pemerintah RI pun meyakini kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi sendiri akan memperkuat daya tahan nasional. Bahkan, dapat meningkatkan kepercayaan diri Indonesia menghadapi berbagai krisis global.
“Paling dasar, Anda sudah tahu kalau saya sudah berapa puluh tahun bicara masalah pangan. Karena masalah perut ini menjadi pelajaran selama ribuan tahun sejarah. Alhamdulillah, kita sudah berhasil mencapai ketahanan pangan dalam waktu yang singkat,” tutur Presiden RI.
Prabowo Subianto juga mengingatkan konflik internasional, mulai dari perang di Ukraina hingga meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan, telah memberikan dampak langsung terhadap harga pangan dan energi dunia. Kondisi itu memperlihatkan, ketahanan pangan bukan sekadar agenda sektor pertanian. Akan tetapi, telah menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan stabilitas nasional.
Kolaborasi elite nasional yang mampu melahirkan kebijakan strategis hingga menghasilkan swasembada pangan menunjukkan pembangunan bangsa tak berhenti pada penyusunan visi semata. Ketika sinergi antarpemimpin mampu diterjemahkan menjadi hasil yang dirasakan masyarakat, nation building bertransformasi menjadi fondasi nyata bagi ketahanan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia menghadapi tantangan global. (ADR)