AFU.id

Pembangunan Hunian Butuh Kolaborasi, KUR Perumahan Buka Ruang bagi Kontraktor Kecil

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mempercepat pembangunan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), skema pembiayaan ini bertujuan membuka akses modal bagi kontraktor kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna meningkatkan kapasitas usaha dan menciptakan lapangan kerja. Menteri Maruarar Sirait menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, yang diharapkan dapat memperluas kontribusi pengusaha muda di sektor perumahan nasional.

Pembangunan Hunian Butuh Kolaborasi, KUR Perumahan Buka Ruang bagi Kontraktor Kecil
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait bertemu dengan Ketua Umum HIPMI, yakni Ade Jona Prasetyo untuk membahas KUR Perumahan. (Foto: Kementerian PKP RI)

KUR Perumahan Jadi Hub Ekosistem Pembiayaan

Lebih lanjut, Menteri Ara mendorong HIPMI menyusun langkah strategis agar pengusaha muda dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan hunian. Strategi itu mencakup keterlibatan dalam pembangunan rumah subsidi dan rumah susun serta pemanfaatan peluang usaha terkait sektor perumahan. Dengan demikian, pembangunan hunian dapat berjalan secara beriringan dengan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

KUR Perumahan juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembiayaan yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat. Ara menilai ekosistem itu sangat penting agar pembangunan rumah tidak hanya bergantung pada kapasitas pemerintah, tetapi juga ditopang oleh pelaku usaha yang memiliki akses pembiayaan dan kemampuan konstruksi. Skema itu sekaligus membuka ruang lebih besar bagi UMKM untuk tumbuh melalui proyek perumahan nasional.

Ketua Umum HIPMI, Ade Jona Prasetyo menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan organisasinya dalam mendukung realisasi program prioritas pemerintah. “HIPMI akan berkolaborasi bersama Kementerian PKP terkait rumah subsidi dan KUR Perumahan dalam mendukung program prioritas nasional 3 juta rumah,” tuturnya.

Pada akhirnya, perluasan KUR Perumahan tak hanya berkaitan dengan akses modal bagi pelaku usaha, melainkan ikut menentukan seberapa cepat pembangunan hunian dapat menjangkau masyarakat. Jika kolaborasi pemerintah dan dunia usaha berjalan efektif, skema pembiayaan itu berpotensi dapat memperluas kapasitas pembangunan rumah. Selain itu, turut memperkuat kontribusi para pengusaha muda terhadap sektor perumahan nasional. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi