Satu Penumpang Selamat
Dari lima orang yang berada di dalam KM Putra Buluh, satu penumpang berhasil bertahan hidup setelah tercebur ke laut. Korban selamat diketahui bernama Khairul (30). Ia bertahan menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung sebelum ditemukan oleh kapal KM Lima Saudara Kandung yang melintas di sekitar lokasi. Khairul kemudian dievakuasi oleh kapal tersebut.
Sementara itu, empat penumpang lainnya hingga Senin (10/8/2026) masih belum ditemukan. Mereka adalah Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28). Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap keempat korban. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kecelakaan dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan kemungkinan korban terbawa arus.
Operasi pencarian tidak hanya dilakukan oleh tim SAR Tanjungpinang. Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Pontianak untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban dari lokasi awal kecelakaan. Dukungan unsur Kapal Negara (KN) SAR juga disiapkan dalam operasi pencarian. Tim terus memantau perkembangan informasi dari kapal-kapal yang berada di sekitar wilayah kejadian.
Fazzli mengatakan pencarian akan terus dilakukan untuk menemukan empat penumpang yang masih hilang. "Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan informasi guna mendukung upaya pencarian terhadap empat korban yang masih dinyatakan hilang," ujar Fazzli. Hingga Senin malam, empat penumpang KM Putra Buluh masih berstatus hilang. Tim SAR gabungan masih menyisir perairan Bintan untuk mencari keberadaan mereka setelah kapal yang ditumpangi hancur ditabrak kapal kargo. (FAD)































