AFU.id

Kejahatan Siber Meningkat Tajam, Kegagalan Registrasi Biometrik Operator Seluler Terancam Sanksi

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Registrasi biometrik bagi pengguna kartu seluler baru rawan menghadapi kendala akibat ketidaksiapan infrastruktur server penunjang. Kelemahan integrasi sistem pemindaian wajah ini berisiko memicu kegagalan aktivasi massal yang merugikan hak konsumen.

Kejahatan Siber Meningkat Tajam, Kegagalan Registrasi Biometrik Operator Seluler Terancam Sanksi
Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komdigi RI, Edwin Hidayat Abdullah. (Foto: Kementerian Komdigi RI)

Kebocoran Data Kartu Perdana Menguji Registrasi Biometrik

Meskipun regulasi telah berlaku, pelanggaran di tingkat distributor lapangan masih ditemukan melalui inspeksi mendadak di pusat perbelanjaan Jakarta Pusat. Realisasi pengawasan pada Jumat (3/7/2026) menunjukkan mayoritas pelaku usaha mengabaikan instruksi pemindai wajah.

Catatan tim pengawas mengungkap fakta bahwa hanya 1 operator yang patuh menerapkan sistem baru tersebut. Sementara itu, 2 perusahaan kompetitor kedapatan masih melayani aktivasi ilegal menggunakan data kartu keluarga kloningan.

Menanggapi pembangkangan tersebut, aparat penegak hukum bersiap menjatuhkan sanksi administratif berat bagi korporasi yang membandel. Penertiban ini penting dilakukan guna menjamin kedaulatan data pribadi seluruh warga negara Indonesia.

Pada dasarnya, pembiaran terhadap peredaran kartu perdana tanpa pemindaian wajah hanya akan menyuburkan ekosistem kriminalitas digital. Ke depan, ketegasan pemblokiran akses jaringan seluler oleh pemerintah menjadi kunci utama dalam melindungi ruang siber nasional dari ancaman terorisme dan penipuan siber terorganisir. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi