JAKARTA, AFU.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi mulai bergerak ke daerah setelah purnajabatan. Lampung menjadi provinsi pertama yang akan dikunjungi Jokowi pada Jumat (26/6/2026). Selain Lampung, Jokowi juga berencana mengunjungi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat. Di NTT, elite PSI bahkan sudah lebih dulu menyebut wilayah itu berpeluang menjadi “kandang gajah”.
“Ke Lampung besok pagi. Mau ikut?,” kata Jokowi kepada awak media seusai turun dari mobilnya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). Jokowi menyebut kunjungannya ke daerah dilakukan untuk memenuhi undangan masyarakat. Ia mengaku sudah sehat dan siap menghadiri undangan dari berbagai wilayah.
“Ya, ini kan saya banyak undangan, undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat, ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” kata Jokowi. Menurut Jokowi, kunjungan itu juga menjadi kesempatan untuk menyapa warga, memberi motivasi, bertemu relawan, serta bertemu PSI di daerah.
“Dan itu juga untuk memberikan motivasi dan juga ketemu dengan PSI di daerah plus juga ketemu dengan relawan di daerah, ya karena ada undangan,” ujarnya. Saat ditanya apakah safari daerah itu berkaitan dengan persiapan Pemilu 2029, Jokowi kembali menyebut agenda tersebut sebatas memenuhi undangan. “Ya karena ada undangan dari daerah,” kata Jokowi.
Narasi “kandang gajah” sebelumnya muncul dari internal PSI. Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyebut NTT juga berpeluang menjadi basis kuat PSI. Gajah merupakan lambang baru Partai Solidaritas Indonesia. Grace merujuk pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menyebut Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”, merespons basis politik yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng atau basis PDI Perjuangan.
“Kemarin kan Mas Ketum bilang Jawa Tengah kandang gajah. Tapi NTT juga harusnya bisa jadi kandang gajah. Anak-anak gajah nanti banyak di sini,” kata Grace di sela Rakorwilsus PSI di Kupang, Jumat (12/6/2026). Grace juga menyebut rencana kedatangan Jokowi ke NTT akan berdampak besar terhadap PSI. “Kalau tidak ada hambatan dan rintangan, rencananya bulan depan Pak Jokowi akan datang menyapa masyarakat di NTT,” kata Grace.
Menurut Grace, Jokowi memiliki perhatian khusus terhadap NTT. Ia menyebut salah satu daerah yang akan dikunjungi Jokowi setelah purnajabatan adalah NTT. “Jadi memang beliau ini sayang sekali dengan NTT, dan lama tidak berkeliling purnajabatan salah satu yang dikunjungi beliau adalah NTT,” imbuhnya.
Dengan Lampung sebagai titik awal safari dan NTT masuk dalam daftar kunjungan berikutnya, agenda Jokowi mulai dibaca tidak hanya sebagai silaturahmi biasa. Apalagi, PSI secara terbuka tengah membangun narasi perluasan basis politik melalui simbol “gajah”.
PDIP Curiga Ada Agenda Gibran
Safari Jokowi ke sejumlah daerah juga mendapat sorotan dari PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menduga Jokowi sedang mempersiapkan jalan politik bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pemilu mendatang. “Mungkin Pak Jokowi berjuang untuk mempersiapkan Gibran sebagai the next presiden, ya dia keliling ke mana-mana,” kata Djarot kepada wartawan di DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6/2026).
Djarot kemudian menyinggung kembali polemik pencalonan Gibran sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Ia menilai pencalonan putra sulung Jokowi itu bermasalah secara konstitusional. “Kita tahu bahwa Gibran itu terpilih karena melanggar konstitusi. Banyak orang menyebut bahwa pelanggaran konstitusi ini sehingga Gibran ini sebenarnya tidak sah sebagai Wakil Presiden,” tegasnya.
Djarot juga menegaskan posisi PDIP di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, PDIP mengambil posisi sebagai penyeimbang untuk menjalankan fungsi check and balances. “Ya, itu sudah sangat tegas. Kenapa kami di luar pemerintahan? Karena kami menghormati prinsip-prinsip demokrasi,” tuturnya. (FAD)