PONTIANAK, AFU.ID — Langit Kalimantan Barat menyimpan tanda tanya. Sebuah helikopter dengan kode PK-CFX hilang kontak dalam penerbangan pagi, membawa delapan orang yang kini masih dalam pencarian intensif.
Helikopter milik Matthew Air Nusantara itu lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, sekitar pukul 07.34 WIB. Rutenya menuju wilayah Kubu Raya, untuk operasional perkebunan. Namun perjalanan itu terputus sebelum tujuan tercapai.
Kontak terakhir tercatat pukul 08.39 WIB. Sejak saat itu, komunikasi hilang—tanpa sinyal, tanpa kabar lanjutan.
Di dalam helikopter jenis Airbus Helicopters H130 tersebut, terdapat dua awak: pilot Marindra W dan kopilot Harun Arasyd, serta enam penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Delapan nama yang kini menjadi fokus pencarian.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyebut, laporan hilangnya kontak diterima dari AirNav sekitar pukul 10.40 WIB. Tak lama berselang, tim langsung digerakkan menuju titik koordinat terakhir.
Lokasi yang terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau—kawasan dengan dominasi hutan lebat dan akses terbatas. Medan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Sebanyak 20 personel SAR diterjunkan, diperkuat oleh unsur kepolisian, Brimob, hingga BPBD. Dukungan udara dari TNI Angkatan Udara juga dikerahkan untuk menyisir area dari atas, memperluas jangkauan pencarian di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.
Dugaan awal mengarah pada gangguan teknis di tengah penerbangan. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti maupun keberadaan helikopter.
Waktu menjadi faktor paling menentukan. Dalam operasi seperti ini, setiap menit adalah peluang—dan setiap jejak bisa menjadi penunjuk arah.
Pencarian masih berlangsung. Di tengah bentang hutan Kalimantan yang luas dan sunyi, delapan nama itu masih dicari—menunggu untuk ditemukan, atau setidaknya diberi kepastian. (*)