Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim 10.000 kantong jenazah ke Venezuela sepekan setelah gempa dahsyat mengguncang negara itu. Pengiriman dilakukan ketika jumlah korban tewas terus bertambah, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang. Koordinator PBB untuk Venezuela, Gianluca Rampolla del Tindaro, mengatakan pengiriman kantong jenazah merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya korban.
"Bantuan ini dilakukan dengan perhitungan tertentu dan dengan berat hati. Kami berharap jumlah korban tidak sebanyak kantong yang disiapkan," ujar Tindaro dalam konferensi pers daring di Markas PBB, New York, Senin (29/6/2026). Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, PBB mencatat sedikitnya 27 negara telah mengirim hampir 2.000 personel penyelamat beserta 160 anjing pelacak untuk membantu operasi pencarian.
Hingga kini, lebih dari 600 gempa susulan telah mengguncang Venezuela. Kondisi tersebut membuat proses pencarian korban berlangsung di tengah ancaman bencana lanjutan.Berdasarkan data terbaru pemerintah, korban meninggal mencapai 1.943 orang, sementara 10.571 orang mengalami luka-luka dan 15.866 warga kehilangan tempat tinggal.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan pemerintah telah membuka puluhan lokasi pengungsian untuk menampung warga terdampak. Sebanyak 14 titik pengungsian disiapkan di La Guaira, sedangkan 55 lokasi lainnya beroperasi di Caracas, Miranda, dan sejumlah wilayah terdampak. (RAI)