JAKARTA, AFU.ID — Dinamika menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama 2026 mulai menghangat seiring munculnya sejumlah nama yang masuk dalam pembahasan bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu nama yang mencuat dalam diskursus publik adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar yang dinilai memiliki peluang dalam kontestasi tersebut.
Menteri Sosial sekaligus Sekretaris PBNU, Saifullah Yusuf, menyampaikan Nasaruddin Umar menjadi salah satu figur yang layak diperhitungkan. Gus Ipul menyebut pengalaman sebagai Katib Aam PBNU kerap menjadi salah satu indikator penting dalam sejarah kepemimpinan organisasi tersebut.
“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” kata Saifullah atau Gus Ipul di Kediri, Selasa (16/6/2026).
Menurut Gus Ipul, pola tersebut terlihat pada sejumlah Ketua Umum PBNU sebelumnya yang memiliki rekam jejak jabatan Katib Aam. Ia mencontohkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf yang pernah menempati posisi tersebut sebelum menjadi ketua umum.
Nasaruddin Umar pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan K.H. Sahal Mahfudh. Hal tersebut membuat namanya kembali diperbincangkan dalam peta kandidat menjelang Muktamar NU. Meski begitu, Gus Ipul menegaskan penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Gus Ipul juga memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Kediri.
Rapat tersebut dihadiri jajaran PBNU serta panitia tingkat pusat, daerah, dan lokal untuk mematangkan seluruh rangkaian agenda organisasi. Agenda utama yang dibahas mencakup persiapan teknis pelaksanaan Munas dan Konbes NU yang akan digelar di Jawa Timur.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Ketua Panitia Daerah Mustainn mengatakan persiapan di tingkat daerah bersama panitia lokal telah hampir rampung dan siap dilaksanakan.
“Intinya, PWNU Jatim siap dukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan,” ujar Mustainn. (ANT/RAI)