JAKARTA - AFU.ID, Ribuan guru madrasah swasta dan guru sekolah swasta dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) tepat di Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118.
Aksi demo yang berlangsung di luar Gedung DPR/MPR RI ini bertajuk SIAGA (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia). Mereka menuntut kesetaraan hak pengangkatan PPPK, gaji yang layak, serta pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) yang tepat waktu.
Massa aksi diperkirakan mencapai 15.000 hingga 35.000 orang dari berbagai daerah, termasuk Tuban, Sukabumi, Cilacap, dan wilayah lain di Indonesia, mengutip laporan Kompas TV, Rabu (20/5/2026).
Menurut Koordinator Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), aksi ini bukan untuk melawan pemerintah, melainkan menuntut keadilan dan kehadiran negara bagi ratusan ribu guru madrasah swasta yang dinaungi Kementerian Agama.
Mereka berharap DPR dan Kemenag segera memfasilitasi tuntutan tersebut, termasuk membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus guru madrasah.
Selain itu, mereka juga menuntut penghapusan diskriminasi terhadap guru madrasah swasta, pembukaan formasi PPPK yang lebih luas, serta revisi regulasi yang dinilai tidak berpihak kepada pendidikan madrasah.
Beberapa guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun bahkan mengeluhkan gaji sangat rendah hingga status honorer yang belum terselesaikan.
Saat aksi demo ini berlangsung, Presiden Prabowo Subianto sedang menghadiri Rapat Paripurna bersama para anggota DPR.
Dalam rapat tersebut, Presiden menyampaikan pidato langsung mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Hingga siang hari, demonstrasi berlangsung secara damai. Massa dialihkan ke area Senayan Park setelah Presiden Prabowo selesai berpidato dan sempat menyapa para demonstran saat keluar dari gedung parlemen. (EER)