JAKARTA, AFU.ID - Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, mengapresiasi capaian pemerintah dalam menurunkan angka putus sekolah pada seluruh jenjang pendidikan dalam lima tahun terakhir. Penurunan tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras kolektif dalam memperluas akses pendidikan nasional.
Berdasarkan data tahun ajaran 2020/2021 hingga 2024/2025, angka putus sekolah mengalami penurunan signifikan di jenjang SD hingga SMA/SMK. Penurunan paling tajam tercatat pada tingkat menengah atas (SMA dan SMK).
“Penurunan angka putus sekolah tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya kerja keras pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” ujar Hilman di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Hilman memaparkan, pada tahun ajaran 2024/2025, jumlah siswa putus sekolah tercatat sebanyak 66.866 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 20,1 persen dibandingkan periode 2020/2021 yang mencapai 83.724 siswa.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, jumlah puluhan ribu siswa yang belum terserap sistem pendidikan tetap menjadi tantangan besar.
“Pemerintah tidak boleh berpuas diri karena angka putus sekolah masih sangat tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus terus bekerja keras untuk menurunkan angka tersebut,” tegas Hilman.
Ia menekankan bahwa setiap anak Indonesia berhak atas layanan pendidikan yang layak. Hilman mendesak penanganan komprehensif terhadap faktor penyebab putus sekolah, mulai dari masalah ekonomi, akses, hingga persoalan sosial.
“Jumlah siswa putus sekolah harus dicegah agar anak-anak Indonesia mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik. Dengan begitu kualitas sumber daya manusia Indonesia juga akan semakin meningkat,” pungkasnya.
Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berfokus pada pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. (*)