AFU.id

Akuntabilitas Sektor Publik Lemah, Realisasi Belanja Negara Tuai Evaluasi

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Realisasi belanja negara pada pertengahan tahun berjalan rawan menghadapi ketimpangan pendistribusian anggaran di berbagai daerah. Hambatan birokrasi itu berpotensi memperlambat penyerapan dana stimulus untuk sektor pembangunan fasilitas publik dasar.

Akuntabilitas Sektor Publik Lemah, Realisasi Belanja Negara Tuai Evaluasi
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu RI)

Evaluasi Sektoral Perketat Realisasi Belanja Negara

Selain program pemenuhan gizi, instrumen kas negara diarahkan untuk memperkuat kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Sebanyak 8.523 unit koperasi telah terbentuk dengan mencatatkan volume transaksi lebih dari 43 ribu pergerakan ekonomi.

Kemudian, perluasan akses pendidikan bermutu diakselerasi secara masif lewat pendirian infrastruktur Sekolah Rakyat di daerah. Fasilitas pendidikan itu telah beroperasi di 16 kabupaten dengan melayani 3.080 siswa dalam 110 rombongan belajar (rombel).

Bagaimanapun juga, keberhasilan program strategis nasional memerlukan sinergi pembiayaan yang kuat dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah wajib memaksimalkan penyerapan pagu lokal agar selaras dengan target kesejahteraan nasional.

Kegagalan menyinkronkan alokasi anggaran pusat dengan kebutuhan riil masyarakat bawah akan memicu stagnasi pembangunan manusia. Ke depan, transparansi tata kelola menjadi prasyarat mutlak memastikan realisasi belanja negara berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi