JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman untuk naik menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Nama Aida diajukan kepada DPR bersamaan dengan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI serta Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur. Paket nama tersebut akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan nama Aida tercantum dalam Surat Presiden yang telah dikirimkan kepada parlemen. “Satu calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yaitu Ibu Aida S Budiman,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Puan sekaligus mengungkap dua nama yang diajukan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI.
“Dan dua nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu satu, Bapak Solikin M Juhro dan yang kedua adalah Bapak M Anwar Bashori,” ujar Puan. Nama Solikin dalam keterangan resmi BI tercatat sebagai Solikin M. Juhro, yang saat ini menjabat Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Ia telah berkarier di Bank Indonesia sejak 1994.
Sementara M. Anwar Bashori saat ini merupakan Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia. Ia juga memulai kariernya di BI sejak 1994 dan sebelumnya pernah memimpin Departemen Sumber Daya Manusia serta Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Puan mengatakan DPR akan memproses seluruh nama tersebut setelah masa sidang dibuka. Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Gubernur BI dan jajaran Dewan Gubernur diperkirakan mulai dilakukan pekan depan. “Karena pembukaan masa sidangnya masih tanggal 14 Agustus, setelah itu akan kami proses nama-nama tersebut sesuai dengan mekanisme di DPR,” kata Puan.
“Iya. Minggu depan akan segera dimulai proses mekanisme yang ada di DPR,” lanjutnya. Setelah proses di parlemen selesai, nama yang disetujui akan berlanjut ke tahap pelantikan oleh Presiden. Pencalonan tersebut sekaligus membuka gambaran mengenai formasi baru jajaran pimpinan bank sentral setelah perubahan posisi Gubernur BI.
Aida bukan nama baru di jajaran Dewan Gubernur BI. Ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak Januari 2022 dengan masa jabatan sampai 2027. Sebelum masuk Dewan Gubernur, Aida pernah menjadi Asisten Gubernur yang membawahi kebijakan strategis sektor moneter dan bauran kebijakan BI pada periode 2020–2022.
Perempuan kelahiran Bogor pada 1965 itu sebelumnya juga pernah menjabat Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter serta Kepala Departemen Internasional BI. Aida merupakan lulusan Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis Institut Pertanian Bogor, kemudian meraih gelar master ekonomi dari University of Southern California dan doktor ekonomi dari Claremont Graduate University.
Jika mendapat persetujuan DPR, Aida akan mengisi posisi Deputi Gubernur Senior yang sebelumnya dipegang Destry Damayanti. Destry saat ini menjalankan tugas Gubernur BI sementara setelah pemerintah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo pada akhir Juli. Pemerintah saat itu menyatakan sesuai ketentuan, tugas Gubernur BI sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior.
Prabowo kemudian mengajukan Destry sebagai calon Gubernur BI, sementara Aida diproyeksikan naik menjadi Deputi Gubernur Senior. Reuters juga melaporkan pencalonan Aida untuk posisi orang nomor dua di bank sentral tersebut setelah namanya disampaikan oleh Puan. Dengan demikian, proses di DPR akan menentukan susunan baru pimpinan Bank Indonesia setelah perubahan kepemimpinan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. (RHU)