JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. Nama Aida menjadi salah satu dari empat calon pejabat Dewan Gubernur BI yang diajukan pemerintah melalui Surat Presiden (Surpres). Usulan tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua DPR, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Selain Aida, Prabowo mengusulkan Destry Damayanti, Solikin M. Juhro dan Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur BI. Surpres tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR. "Jadi suratnya itu mengusulkan satu nama terkait dengan calon gubernur Bank Indonesia, yaitu Ibu Destry Damayanti dan satu calon deputi gubernur senior Bank Indonesia, yaitu Ibu Aida S. Budiman," kata Puan.
Aida bukan nama baru dalam jajaran pimpinan BI karena saat ini masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Ia dilantik pada 6 Januari 2022 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021, dengan masa jabatan hingga 2027. Sebelum menduduki posisi tersebut, Aida menjabat Asisten Gubernur yang membawahi kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan BI, dan sinergi dengan kebijakan nasional pada 2020-2022.
Profil Aida S. Budiman
Aida lahir di Bogor pada 1965 dan menempuh pendidikan Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga lulus pada 1987. Ia lalu melanjutkan pendidikan ke University of Southern California dan memperoleh gelar Master of Arts in Economics pada 1996. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Claremont Graduate University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Ph.D. bidang Ekonomi pada 2001.
Karier Aida di BI dimulai pada 1991 sebagai staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, ia menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Kepala Departemen Internasional pada 2014-2018 dan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2018. Ia kemudian dipercaya menjadi Asisten Gubernur pada 2020 sebelum dilantik sebagai Deputi Gubernur BI pada Januari 2022.
Pengalaman Aida juga mencakup bidang ekonomi internasional dan koordinasi kebijakan. Pada 2010-2012, ia menjadi Wakil Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) pada South East Asia Voting Group (SEAVG) yang mewakili 13 negara anggota. Ia juga pernah terlibat dalam berbagai working group internasional serta penyusunan sejumlah strategi nasional, termasuk pengembangan sektor industri dan pariwisata, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Financial Safety Net, penggunaan mata uang regional, dan strategi peningkatan peringkat Indonesia.
Saat ini Aida juga tercatat sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara ex-officio dari bank sentral. Pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Senior BI selanjutnya akan diproses DPR sesuai mekanisme yang berlaku setelah masa sidang dibuka pada 14 Agustus 2026. (RAI)
Rekam Karier Aida S. Budiman
1991: Memulai karier di Bank Indonesia sebagai analis inflasi dan proyeksi perekonomian.
2010–2012: Menjadi Wakil Direktur Eksekutif IMF untuk South East Asia Voting Group (SEAVG), mewakili 13 negara.
2014–2018: Menjabat Kepala Departemen Internasional BI.
2018: Menjadi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI.
2020–2022: Menjabat Asisten Gubernur BI di bidang kebijakan moneter dan bauran kebijakan.
2022–sekarang: Menjabat Deputi Gubernur BI, dilantik pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan hingga 2027.
2026: Menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan secara ex-officio dari BI.
Pengalaman lain: Terlibat dalam berbagai working group internasional serta penyusunan kebijakan nasional di bidang ekonomi, industri, pariwisata, Financial Safety Net, dan penggunaan mata uang regional.