JAKARTA, AFU.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali memilih Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai titik demonstrasi hari ini. Massa kembali menuju lokasi yang sama sekitar dua bulan setelah rombongan mahasiswa sempat diblokade aparat saat aksi 12 Juni 2026. Demonstrasi Selasa kali ini mengusung tema #MerebutKemerdekaan.
Kembalinya mahasiswa ke Bundaran HI berlangsung di tengah kritik BEM UI terhadap kondisi ekonomi, hukum, demokrasi, dan kedaulatan rakyat setelah 81 tahun Indonesia merdeka. Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2026, Hafidz, mengatakan kajian mahasiswa berangkat dari satu pertanyaan utama. Pertanyaan itu kemudian menjadi salah satu pesan yang dibawa dalam aksi hari ini.
“Aliansi BEM se-UI telah menyusun kajian yang beralaskan satu pertanyaan, ‘81 tahun, merdeka untuk siapa?’” kata Hafidz. Senin (17/08/2026), BEM UI menilai kemerdekaan tidak cukup hanya ditandai seremoni tahunan apabila persoalan ekonomi, demokrasi, dan pemenuhan hak masyarakat masih terjadi. Tema #MerebutKemerdekaan kemudian digunakan untuk membawa persoalan tersebut ke ruang publik.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan republik sejak awal dibentuk sebagai negara milik seluruh rakyat. Menurutnya, kemerdekaan tidak seharusnya menempatkan negara di bawah kepentingan kelompok tertentu. Pandangan tersebut menjadi dasar mahasiswa kembali turun ke jalan sehari setelah peringatan HUT ke-81 RI.
“Negara yang bukan milik penguasa, bukan milik pengusaha, melainkan milik seluruh rakyat,” kata Yatalathof. Ia mengatakan aksi hari ini bukan ditujukan untuk merayakan seremoni kemerdekaan, melainkan mempertanyakan bentuk kemerdekaan yang benar-benar dirasakan masyarakat. BEM UI juga menyoroti persoalan penegakan hukum, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, hingga kebebasan menyampaikan pendapat.
Pemilihan Bundaran HI memiliki konteks tersendiri bagi gerakan mahasiswa. Pada 12 Juni 2026, massa BEM UI dan sejumlah kampus juga menjadikan kawasan tersebut sebagai titik aksi dalam demonstrasi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”. Namun, rombongan mahasiswa yang bergerak menuju Bundaran HI menghadapi penyekatan aparat di sejumlah titik.
Massa dari UI ketika itu dihadang di kawasan Semanggi dan diarahkan untuk memindahkan aksi ke depan Gedung DPR RI. Penyekatan juga terjadi terhadap rombongan mahasiswa lain yang hendak mencapai kawasan Bundaran HI. Akibatnya, sebagian massa tidak dapat mencapai titik demonstrasi sesuai rencana awal.
Polemik kemudian muncul setelah kepolisian menyatakan belum menerima surat pemberitahuan resmi aksi. BEM UI membantah klaim tersebut dan menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan mengenai demonstrasi dan lokasi konsentrasi massa. Perselisihan administrasi itu menjadi salah satu isu yang mengiringi blokade mahasiswa menuju Bundaran HI pada Juni lalu.
Dua bulan kemudian, BEM UI kembali menetapkan Bundaran HI sebagai titik aksi #MerebutKemerdekaan. Seruan resmi mahasiswa mencantumkan Lapangan FISIP UI sebagai titik kumpul sebelum peserta bergerak menuju pusat Jakarta. Massa membawa delapan tuntutan yang mencakup persoalan ekonomi, korupsi, agraria, proyek pemerintah, otonomi daerah, bencana, hingga ruang sipil.
Di antara tuntutan tersebut, mahasiswa meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta mengevaluasi Proyek Strategis Nasional. BEM UI juga mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih serta menolak tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil. Kembalinya massa ke Bundaran HI membuat aksi hari ini juga menjadi kelanjutan dari perselisihan mengenai penggunaan ruang publik yang terjadi pada demonstrasi Juni lalu. (RHU)