Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 8 Tuntutan, Polisi: Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Arsip - Aksi massa demo di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026). (FOTO FADHLAN RABBANI/AFUID)
JAKARTA, AFU.ID — BEM Universitas Indonesia dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut rencananya dimulai pukul 13.00 WIB setelah massa berangkat dari kampus UI, Depok sekitar pukul 11.00 WIB. Kehadiran massa diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di sekitar kawasan Bundaran HI sehingga pengguna jalan diimbau mengatur perjalanan.
Aksi digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. BEM UI menyatakan demonstrasi tersebut bukan ditujukan untuk merayakan kemerdekaan, melainkan mempertanyakan makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini. Massa juga akan membawa sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, pemerintahan, hingga kedaulatan negara.
Dalam aksinya, BEM UI membawa delapan tuntutan. Mereka mendesak penghentian praktik KKN, pelaksanaan reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, dan evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN). Massa juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta menolak pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan aksi tersebut akan dimulai dari kampus UI sebelum massa bergerak menuju Bundaran HI. “Jam 11 (berangkat) dari UI (Depok). Jam 1 di HI,” ujar Yatalathof, Senin (17/8/2026). Ia menegaskan, aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kondisi kemerdekaan yang dirasakan masyarakat setelah 81 tahun Indonesia merdeka.
Kepolisian mengimbau masyarakat menghindari kawasan sekitar lokasi demonstrasi selama aksi berlangsung. Pengguna jalan yang memiliki tujuan melewati Bundaran HI dapat memilih jalur lain untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. “Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” kata Iptu Erlyn. (RAI)
Jadwal Aksi BEM UI
Selasa, 18 Agustus 2026 11.00 WIB: Massa berangkat dari UI, Depok 13.00 WIB: Aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat
Delapan Tuntutan BEM UI
Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
Menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Mewujudkan reforma agraria sejati.
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Mengevaluasi total PSN serta menghentikan program MBG dan KDMP.
Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan TKD serta mengembalikan otonomi daerah.
Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.
Jalur Alternatif yang Direkomendasikan
• Dari arah Selatan menuju Jakarta Pusat/Jakarta Timur
Hindari ruas Jalan MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, dan Kebon Sirih. Pengendara dapat menggunakan jalur Tomang–Suryopranoto–Harmoni atau melintas melalui Jalan KH Mas Mansyur menuju kawasan Karet.
• Dari arah Barat menuju Jakarta Pusat/Jakarta Barat
Gunakan rute Jalan S. Parman–Tomang–Jalan Kyai Caringin–KH Hasyim Ashari–Harmoni untuk menghindari kepadatan di sekitar Gambir dan Kebon Sirih.
• Menuju kawasan Sudirman atau Menteng
Pengendara disarankan melintas melalui Jalan HR Rasuna Said–Kuningan atau Jalan Imam Bonjol–Diponegoro agar tidak terjebak kepadatan di pusat kota.
Rute Alternatif di Sekitar Lokasi Aksi
1. Dari arah Selatan (Blok M/Sudirman/Thamrin) menuju Utara (Harmoni/Kota)
Jalan Sudirman–Galunggung–KH Mas Mansyur–Tomang–Harmoni, atau melalui Jalan Diponegoro–Proklamasi–Salemba–Gunung Sahari.
2. Dari arah Utara (Kota/Gajah Mada) menuju Selatan (Thamrin/Sudirman)
Harmoni–Juanda–Pos–Gunung Sahari–Senen–Kramat Raya, atau melalui Cikini menuju Menteng dan Sudirman.
3. Dari arah Timur (Senen/Pulogadung) menuju Barat (Tanah Abang/Tomang)
Gunung Sahari–Dr. Sutomo–Juanda–Suryopranoto–Tomang untuk menghindari kepadatan di kawasan Gambir dan Kebon Sirih. (RAI)