JAKARTA, AFU.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana operasi darat darurat militer AS yang bertujuan merebut secara paksa cadangan uranium tingkat tinggi milik Iran.
Penundaan ini diputuskan setelah muncul peringatan bahwa operasi tersebut berisiko memicu respons keras dari Teheran, memperpanjang perang, serta menggoyahkan stabilitas ekonomi global. Trump juga dilaporkan mempertimbangkan dengan matang potensi kerugian signifikan dan jatuhnya korban jiwa di kalangan militer Amerika Serikat.
Sebelumnya, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine disebut telah melakukan kunjungan rahasia ke markas Komando Pusat AS di Florida pada akhir Mei guna menerima pengarahan terkait rencana operasi tersebut. Batalnya rencana invasi ini berbarengan dengan munculnya titik terang dalam perundingan damai antara Washington dan Teheran.
Trump menyatakan poin-poin akhir dari perjanjian perdamaian telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat. Pihak tersebut termasuk Israel, dan naskahnya dijadwalkan untuk ditandatangani di Eropa selambat-lambatnya akhir pekan ini.
Kabar positif ini turut dikonfirmasi oleh otoritas Iran melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa kesepakatan poin-poin utama telah tercapai dan hubungan kedua negara belum pernah sedekat ini untuk mewujudkan nota kesepahaman. (ANT/NAD)