Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Amerika Serikat meningkatkan tekanan militernya terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan yang disebut sebagai tindakan "membela diri" terhadap sejumlah target di Iran atas perintah langsung Presiden Donald Trump.
CENTCOM menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas agresi Iran yang terus berlanjut terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan. Sebelum serangan dilancarkan, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah memberi sinyal Washington tengah menyiapkan operasi militer yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran.
Hegseth menegaskan serangan yang akan dilakukan AS dirancang untuk memberikan pesan yang tegas kepada Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. "Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya," ujar Hegseth saat berbicara di Pangkalan Udara MacDill, Florida, Selasa (9/6/2026)
Beberapa jam setelah pengumuman CENTCOM, sejumlah wilayah di Iran selatan terjadi ledakan di sejumlah titik strategis. Televisi nasional Iran menyebut sedikitnya lima proyektil menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Bandar Abbas, sementara sistem pertahanan udara Iran dikabarkan aktif di sejumlah wilayah lain seperti Jask, Qeshm, dan Sirik.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut. Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Iran menembak sebuah helikopter tempur Apache milik Amerika Serikat pada Senin (8/6). Insiden tersebut memperburuk situasi yang telah memanas sejak pecahnya konflik baru di kawasan. (ANT/RAI)