Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Sudan menghadapi krisis kesehatan di tengah situasi keamanan yang terus memburuk. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, merebaknya wabah demam berdarah dengue (DBD), mpox, hingga dugaan kolera di sejumlah wilayah negara tersebut.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama mitra kesehatan tengah menangani lonjakan kasus diare akut berair yang diduga berkaitan dengan kolera di wilayah El Nuhud, Negara Bagian Kordofan Barat.
Dalam sepekan terakhir, lebih dari 100 kasus suspek dan puluhan kematian dilaporkan terjadi.
Sementara di wilayah Darfur Tengah dan Darfur Selatan, otoritas kesehatan bersama badan kemanusiaan PBB juga menangani dugaan wabah mpox. Sedikitnya 300 kasus suspek dan lima kematian dilaporkan selama pekan ini. WHO turut mendukung pelaksanaan vaksinasi kolera dan campak di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, wabah DBD juga menyebar di Negara Bagian Utara dan Sungai Nil. Jumlah kasus suspek di Negara Bagian Utara meningkat tajam hingga lebih dari tiga kali lipat dalam satu bulan terakhir dan kini melampaui 500 kasus.
"Keadaan darurat kesehatan ini terjadi ketika situasi tidak aman terus membahayakan warga sipil dan operasi kemanusiaan," kata OCHA, Kamis, (21/5/2026)
Di tengah situasi darurat kesehatan tersebut, konflik bersenjata masih terus berlangsung dan memperumit distribusi bantuan kemanusiaan. Serangan drone di wilayah Kordofan Selatan, Rabu (20/5), dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang serta merusak fasilitas kesehatan dan peralatan medis.
PBB menyebut lebih dari 1,6 juta warga Sudan telah menerima bantuan kemanusiaan sepanjang empat bulan pertama tahun ini. OCHA juga mendesak semua pihak untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses bantuan kemanusiaan tetap terbuka. (ANT/RAI)
Sumber: Xinhua