JAKARTA, AFU.ID – 13 orang meninggal dalam kecelakaan berenang di sejumlah danau, sungai, dan kanal di Jerman sepanjang akhir pekan, ketika gelombang panas ekstrem mendorong banyak warga mencari pendinginan di perairan terbuka. Korban terdiri atas anak-anak hingga warga lanjut usia. Peristiwa tersebar di sejumlah wilayah, dari Heidelberg, Berlin, Hannover, Dortmund, hingga Danau Constance.
Polisi melaporkan seorang pria berusia 27 tahun tenggelam di Sungai Neckar dekat Heidelberg pada Sabtu, (27/6/2026). Pada hari yang sama, seorang pria 30 tahun meninggal di danau pemandian dekat Neuhofen, selatan Mannheim, sementara dua pria lain ditemukan tewas di perairan berbeda di Berlin.
Di Rhine Utara-Westphalia, seorang anak berusia enam tahun meninggal di kawasan Herner Meer, Kanal Rhine-Herne. Polisi juga menemukan jasad seorang pria 40 tahun di Danau Waldsee Raunheim, dekat Frankfurt. Seorang pria 45 tahun sebelumnya sempat dievakuasi pengunjung dari perairan Seepark Lünen dekat Dortmund. Namun, ia meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban lain adalah seorang bocah delapan tahun yang ditemukan meninggal setelah pencarian selama dua jam di danau pemandian Isernhagen, dekat Hannover. Bocah itu dilaporkan tenggelam saat berenang.
Dua pria lanjut usia juga ditemukan tewas di Danau Constance setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya. Keduanya disebut menghilang ketika masuk ke danau di hadapan istri mereka.
Rangkaian kecelakaan itu terjadi saat sebagian wilayah Jerman dilanda suhu tinggi yang di sejumlah daerah melampaui 40 derajat Celsius. Panas ekstrem membuat warga berbondong-bondong mendatangi danau, sungai, kanal, serta ruang terbuka lain untuk mencari tempat yang lebih sejuk.
Namun, perairan terbuka memiliki risiko berbeda dengan kolam renang yang diawasi. Arus sungai, perubahan kedalaman, suhu air yang lebih rendah, kondisi fisik, serta minimnya pengawasan dapat memperbesar risiko kecelakaan.
Gelombang panas juga tidak hanya berdampak pada aktivitas warga di perairan. Suhu ekstrem menekan kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit tertentu, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas.
Organisasi Kesehatan Dunia menyebut panas ekstrem dapat memperburuk gangguan kardiovaskular, pernapasan, diabetes, hingga masalah ginjal. Dampak kesehatan dapat muncul pada hari yang sama ketika peringatan panas diterbitkan.
Badan Lingkungan Jerman juga mencatat jumlah hari dengan suhu di atas 30 derajat Celsius cenderung meningkat dalam jangka panjang. Negara itu diproyeksikan menghadapi musim panas dengan hari panas dan gelombang panas yang lebih sering serta lebih panjang.
Tragedi di berbagai perairan Jerman ini memperlihatkan bahwa gelombang panas bukan hanya soal suhu yang menyiksa. Ketika akses pendinginan aman terbatas, warga kerap memilih sungai dan danau tanpa memperhitungkan risiko yang dapat berujung fatal. (RHU)