JAKARTA AFU.ID — Kekerasan antarkelompok masyarakat kembali terjadi di Sudan barat dan memperburuk situasi keamanan di wilayah Darfur serta Kordofan. Kondisi ini menambah beban krisis yang sudah diperparah oleh perang dan wabah kolera di kawasan tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan perang antarkelompok di Sudan barat terus meluas dan menimbulkan korban jiwa. Situasi tersebut juga memicu gelombang pengungsian serta mengganggu operasi bantuan kemanusiaan di sejumlah wilayah.
"Meningkatnya kerawanan situasi keamanan juga mengganggu operasi kemanusiaan. Di Darfur Tengah, kegiatan kemanusiaan yang melayani sekitar 21.000 orang ditangguhkan menyusul rentetan insiden bentrokan," kata OCHA dalam siaran persnya, Senin (1/6/2026)
Di Kordofan Barat, kemunculan wabah yang dicurigai sebagai kolera terus meluas, dengan lebih dari 300 kasus suspek dan 77 kematian dilaporkan hingga Minggu (31/5).
"Para mitra telah merespons situasi tersebut, tetapi terkendala kelangkaan pasokan dan sumber-sumber daya penting. Pada Maret lalu, pihak berwenang telah mengumumkan berakhirnya wabah kolera di seluruh negeri, yang mencakup lebih dari 124.000 kasus dan lebih dari 3.500 kematian," sebut OCHA.
Kantor tersebut menyatakan risiko penyebaran kolera dan penyakit lain yang ditularkan melalui air meningkat selama musim hujan, yang dimulai Juni 2026 ini. Sejumlah serangan terhadap infrastruktur penting juga membuat akses terhadap air bersih menjadi semakin sulit.
Selama libur Idul Adha pekan lalu, OCHA melaporkan puluhan warga sipil tewas seiring dengan memanasnya konflik di sejumlah wilayah di Kordofan dan Darfur.
Kantor itu juga menyebutkan di Kordofan Utara, bentrokan di wilayah Bara dilaporkan telah menewaskan setidaknya belasan warga sipil, memaksa sejumlah keluarga mengungsi, dan meningkatkan kebutuhan bantuan kemanusiaan.
Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 2.200 orang dilaporkan mengungsi dalam beberapa hari terakhir.
OCHA menyatakan di Kordofan Barat, terjadi beberapa serangan drone di wilayah Kadam telah menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai banyak orang lainnya. Sedangkan, di Darfur Tengah, 10 orang dilaporkan tewas dalam serangan drone di Um Dukhun pada Sabtu (30/5).
OCHA kembali menyerukan kepada semua pihak agar melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil serta memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan.
Kantor tersebut menyampaikan saat ini dana tambahan sangat dibutuhkan mengingat dari total dana yang diminta sebesar 2,9 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.883), baru 22 persen yang terkumpul. Kondisi itu terjadi saat tahun hampir memasuki pertengahan. (ANT/RAI)