JAKARTA, AFU.ID — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menegaskan kesediaannya untuk memfasilitasi pengakhiran permusuhan secara cepat sekaligus mendorong pencarian solusi damai atas krisis Ukraina, dalam percakapan telepon terus terang selama satu jam 25 menit dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (4/7/2026).
Ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov, menyampaikan kepada media pada Sabtu malam komunikasi antara kedua kepala negara tersebut berlangsung profesional dan sangat konstruktif, mencakup berbagai isu bilateral dan internasional terkini. Penyelesaian perang Rusia-Ukraina menjadi salah satu topik utama yang dibahas, terlebih menjelang partisipasi Trump dalam KTT NATO di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli mendatang.
Ushakov menambahkan, Utusan Khusus AS Steve Witkoff bersama menantu Trump, Jared Kushner, akan melanjutkan upaya mediasi mereka dan siap mengunjungi Moskow pada waktu yang tepat. Trump disebut turut menekankan pentingnya mengakhiri perang dengan Ukraina secepat mungkin demi membuka potensi kerja sama ekonomi bilateral antara kedua negara. Sementara itu, Putin menuding Ukraina dan negara-negara Eropa memilih bertaruh pada perpanjangan bahkan peningkatan eskalasi konflik, sembari memberikan gambaran nyata mengenai situasi di lapangan kepada Trump.
Pembahasan berlanjut ke situasi di sekitar Iran. Putin menyampaikan harapannya agar proses negosiasi yang berlandaskan nota kesepahaman antara AS dan Iran dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang bisa diterima bersama untuk isu-isu penyelesaian utama. Ia turut menegaskan kesiapan Rusia memberikan bantuan praktis guna meredakan dan menstabilkan situasi di kawasan tersebut. Atas hal ini, Trump disebut menyampaikan apresiasi atas posisi seimbang dan usulan konstruktif yang diajukan Rusia.
Di luar isu geopolitik, kedua pemimpin juga sempat membahas sepak bola. Putin mendoakan kesuksesan berkelanjutan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang tengah berlangsung dengan AS sebagai salah satu tuan rumah. Ia juga menyampaikan ucapan selamat secara pribadi kepada Trump dan rakyat Amerika Serikat dalam rangka Hari Kemerdekaan AS, sembari menyinggung kontribusi Rusia terhadap perkembangan negara tersebut di masa lalu. Sebagai penutup percakapan, kedua pemimpin sepakat untuk tetap menjalin komunikasi dan berbicara kembali dalam waktu dekat, dengan Putin turut mengingatkan Trump bahwa undangan untuk berkunjung ke Rusia tetap terbuka baginya.
Sebelum percakapan Putin-Trump berlangsung, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu kemarin lebih dulu mengumumkan dirinya juga telah melakukan panggilan telepon dengan Trump. Zelenskyy menyebut pembicaraan tersebut membahas situasi terkini di garis depan pertempuran dengan Rusia serta perkembangan upaya diplomatik yang tengah berjalan.
"Ada prospek nyata untuk mengakhiri perang ini, dan tekad Amerika sangat menentukan. Kami telah sepakat untuk melanjutkan diskusi ini selama KTT NATO di Ankara," ujar Zelenskyy. Hingga berita ini diturunkan, Trump belum memberikan komentar resmi terkait kedua panggilan telepon yang dilakukannya dengan Putin maupun Zelenskyy tersebut. (NAD)