Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Rusia menyalurkan lebih dari 7.000 alat tes diagnostik Ebola ke sejumlah negara di Afrika. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai respons terhadap munculnya ancaman wabah baru yang dipicu virus Ebola strain Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Badan pengawas hak konsumen dan kesejahteraan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, menyebut alat tes tersebut dikembangkan dalam waktu singkat untuk membantu deteksi dini penyebaran virus yang kembali menjadi perhatian di kawasan Afrika. “Rospotrebnadzor menjadi salah satu lembaga pertama di dunia yang mengembangkan dan mengatur produksi alat tes untuk diagnosis PCR varian virus ini dalam waktu empat hari,” demikian pernyataan Rospotrebnadzor, Jumat (10/6/2026).
Setelah produksi dilakukan, ribuan alat tes itu kemudian didistribusikan ke sejumlah negara Afrika yang berisiko terdampak penyebaran virus. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas deteksi dan pengendalian wabah di lapangan. Selain ke Afrika, Rusia juga mengirimkan sistem pengujian serupa ke Korea Utara dan Turkmenistan.
istribusi itu menjadi bagian dari kerja sama internasional dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit menular berbahaya. Rospotrebnadzor mengungkapkan para ahli Rusia turut bekerja sama dengan otoritas kesehatan Uganda dalam menangani ancaman wabah Ebola. Kolaborasi tersebut mencakup penelitian dan pemeriksaan terhadap sampel biologis pasien.
Hingga saat ini, tim gabungan Rusia dan Uganda telah melakukan lebih dari 1.500 penelitian terhadap sampel pasien Ebola maupun individu yang diduga terpapar virus tersebut. Langkah percepatan pengembangan alat tes dan kerja sama lintas negara tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi kasus lebih awal sekaligus menekan risiko penyebaran Ebola di kawasan yang rentan terdampak wabah. (ANT/RAI)