JAKARTA, AFU.ID — Melalui petisi, satu juta warga Eropa berhasil memaksa Uni Eropa (UE) untuk meninjau pemutusan hubungan dengan Israel.
Melansir website Inisiatif Warga Eropa (European Citizens’ Initiative/EC) pada Rabu sore, 15 April 2026, sebanyak 1.068.147 orang yang menandatangani kampanye ‘Justice For Palestine’ atau Keadilan untuk Palestina.
Petisi dengan nomor registrasi ECI(2025)000005 ini menuntut penangguhan penuh terhadap Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel.
Partai Kiri Eropa yang menggalang kampanye ini menyatakan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang Israel lakukan menjadi penyebabnya.
Oleh karena itu, Israel wajib bertanggung jawab atas tingkat pembunuhan dan luka warga sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya, perpindahan penduduk dalam skala besar, serta penghancuran sistematis rumah sakit dan fasilitas medis di Gaza.
Israel juga menerapkan blokade bantuan kemanusiaan yang berpotensi menyebabkan kelaparan sebagai metode perang.
Bahkan, melanggar berbagai aturan dan kewajiban berdasarkan hukum internasional dan gagal mencegah kejahatan genosida sebagaimana diperintahkan oleh Mahkamah Internasional.
Hanya saja, Komisi Eropa geram lantaran UE masih belum menangguhkan perjanjian asosiasinya dengan Israel, yang merupakan landasan kerja sama perdagangan, ekonomi, dan politik bilateral.
Warga Eropa pun tak dapat mentolerir sikap UE mempertahankan perjanjian yang berkontribusi melegitimasi dan membiayai negara untuk melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan maupun kejahatan perang.
Warga Prancis, Italia, dan Spanyol Paling Masif
Dari 27 negara anggota UE, warga Prancis, Italia, dan Spanyol yang paling masif memberi dukungan pemutusan hubungan dengan Israel.
Sebanyak 403.059 warga Prancis yang menandatangani petisi ‘Justice For Palestine’ baik secara daring maupun formulir sejak mulai pada 13 Januari 2027.
Selanjutnya Italia dengan 252.187, lalu Spanyol (125.156), Jerman (45.799), dan Polandia (43.233).
Dari lima negara tersebut saja, jumlah tanda tangan petisi mencapai 869.434 atau 81,4% dari total yang telah terkumpul.
Prancis mencatat 723,69% alias tujuh kali lipat lebih dari target Komisi Eropa yang hanya sebanyak 55.695.
Italia pun jauh melebihi treshold 53.580 dengan persentase 470,67% dan Spanyol 300,89% dari target 41.595 dukungan.
Menariknya, Irlandia yang menempati delapan negara penyumbang terbanyak mencatat 270,98% dari target minimal 24.835 tanda tangan.
Total 1.068.147 dukungan warga Eropa tentu saja masih akan bertambah, mengingat petisi ‘Justice For Palestine’ baru akan berakhir pada 13 Januari 2027 mendatang.
Angka tersebut benar-benar menunjukkan soliditas dan solidaritas warga Eropa terhadap perdamaian di dunia dan empati terhadap penderitaan Palestina.
Istilah vox populi, vox dei alias suara rakyat adalah suara tuhan pun kembali terbukti.
10 Negara Eropa dengan Dukungan Terbanyak dalam Petisi ‘Justice For Palestine’
Prancis: 403.059 dari target 55.695 (723,69%);
Italia: 252.187 dari target 53.580 (470,67%);
Spanyol: 125,156 dari target 41.595 (300,89%);
Jerman: 45.799 dari target 67.680 (67,67%);
Polandia: 43.233 dari target 36.660 (117,93%);
Belanda: 39.144 dari target 20.445 (191,46%);
Belgia: 31.066 dari target 14.805 (209,83%);
Irlandia: 24.835 dari target 9.165 (270,98%);
Swedia: 20.238 dari target 14.805 (136,7%);
Finlandia: 18.329 dari target 9.870 (185,70%).