AFU.id

Perkembangan Terbaru Gempa Jepang: WNI Aman, Korban Bertambah, Aeon Mall Jadi Titik Terparah

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada 28 Juli 2026, telah menyebabkan 13 orang tewas dan ribuan warga mengungsi, dengan Aeon Mall menjadi titik terparah akibat keruntuhan setelah diduga terjadi ledakan gas. Kementerian Luar Negeri RI memastikan semua warga negara Indonesia di area terdampak dalam keadaan aman, meskipun ancaman gempa susulan masih ada. Proses penyelamatan korban yang terjebak di bawah reruntuhan terus dilakukan, sementara kerusakan infrastruktur meluas dengan gangguan listrik dan kebakaran dilaporkan di beberapa lokasi.

Perkembangan Terbaru Gempa Jepang: WNI Aman, Korban Bertambah, Aeon Mall Jadi Titik Terparah
Aeon Mall Jepang menjadi titik terparah gempa bumi Jepang. (Foto AFUID)

Korban terbanyak berasal dari kompleks Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima. Bangunan pusat perbelanjaan tersebut mengalami keruntuhan setelah diduga terjadi ledakan gas pascagempa yang menyebabkan lantai dua ambruk. Awalnya dilaporkan sekitar 20 hingga 30 orang terjebak di dalam gedung. Namun, polisi Jepang kemudian memperkirakan jumlah korban yang terjebak kemungkinan lebih sedikit meski angka pastinya belum dapat dipastikan.

Tim penyelamat sejauh ini berhasil mengevakuasi delapan orang dari dalam bangunan. Dua perempuan berusia sekitar 20 tahun ditemukan meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, sementara satu korban sempat ditemukan dalam kondisi henti jantung dan napas. Proses penyelamatan berjalan lambat karena petugas belum menemukan jalur masuk yang aman ke dalam bangunan akibat risiko runtuhan susulan. Juru bicara operator mal menyatakan ledakan terjadi setelah pelanggan dan sebagian besar staf berhasil dievakuasi keluar gedung.

Kerusakan lain yang cukup besar juga terjadi di fasilitas industri. Cerobong asap raksasa milik pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro roboh akibat guncangan gempa dan menimpa area di sekitarnya. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya sembilan orang masih dinyatakan hilang di lokasi tersebut. Tim penyelamat terus melakukan pencarian di tengah kondisi struktur bangunan yang dinilai masih berbahaya.

Selain korban jiwa, gempa menyebabkan gangguan luas terhadap aktivitas masyarakat. Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan lebih dari 260.000 warga di Kumamoto dan sebagian Prefektur Nagasaki sempat menerima imbauan untuk mengungsi. Hingga Rabu pagi, sebanyak 9.186 orang telah berada di 506 pusat evakuasi yang tersebar di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka.

Juru Bicara Pemerintah Minoru Kihara mengatakan pemerintah menerima laporan tujuh korban mengalami luka berat dan 29 lainnya mengalami luka ringan. Gangguan listrik juga terjadi secara luas. Perusahaan listrik Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 45.000 rumah tangga dan fasilitas umum kehilangan pasokan listrik setelah gempa.

Di sejumlah wilayah, kebakaran dilaporkan muncul akibat kerusakan jaringan maupun instalasi bangunan. Siaran televisi NHK juga memperlihatkan kondisi jalan yang retak, jembatan rusak, serta sedikitnya 12 rumah roboh akibat guncangan. Meski demikian, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ditemukan anomali pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.

WNI Dipastikan Aman

Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan belum ada WNI yang menjadi korban. Melalui KBRI Tokyo, pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan berbagai simpul komunitas WNI di Kumamoto maupun wilayah Kyushu. "Hingga saat ini belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan resmi Kemlu. Meski demikian, WNI di Jepang tetap diimbau mengikuti arahan pemerintah setempat serta terus memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA) mengenai perkembangan gempa maupun potensi bencana lanjutan.

Setelah gempa utama terjadi pada Selasa sore pukul 16.27 waktu setempat, Jepang mencatat serangkaian gempa susulan dengan magnitudo berkisar 3 hingga 4. Otoritas meteorologi Jepang mengingatkan gempa susulan yang lebih kuat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, bahkan hingga sekitar satu pekan setelah gempa utama. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi runtuhan bangunan, tanah longsor, maupun kerusakan struktur yang belum terlihat. Peringatan tsunami setinggi satu meter yang sempat dikeluarkan sesaat setelah gempa kini telah dicabut.

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), kawasan tempat beberapa lempeng tektonik dunia saling bertemu. Sekitar 18 persen gempa bumi bermagnitudo 6 atau lebih di dunia terjadi di kawasan Jepang. Aktivitas gempa bahkan tercatat hampir setiap hari, dengan guncangan kecil yang dapat terjadi setiap beberapa menit. Trauma terbesar Jepang masih berasal dari gempa bawah laut berkekuatan magnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami besar, menewaskan atau menyebabkan sekitar 18.500 orang hilang, serta memicu krisis nuklir di Fukushima. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi