Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah hingga mencapai 235 orang. Ribuan warga lainnya mengalami luka-luka, sementara tim medis masih berjibaku menangani korban di sejumlah wilayah yang terdampak paling parah.
Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado mengatakan hingga Kamis (25/6/2026) pukul 19.00 waktu setempat, lebih dari 4.300 korban luka telah mendapat penanganan medis. Sebagian besar mengalami luka ringan, namun banyak juga korban yang membutuhkan operasi akibat cedera berat.
“Ada sekitar 235 korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia atau mengembuskan napas terakhir sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan,” kata Carlos Alvarado. Menurutnya, wilayah La Guaira menjadi daerah dengan dampak paling parah karena mencatat jumlah korban tewas dan luka terbanyak.
Pemerintah Venezuela langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional tidak lama setelah gempa mengguncang. Lebih dari 5.000 tenaga kesehatan, termasuk sekitar 1.200 dokter, dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban.
Selain rumah sakit pemerintah, klinik-klinik swasta juga dilibatkan dalam pelayanan medis bagi korban bencana. Saat ini lebih dari 150 pasien masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan swasta, sementara korban dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang.
Bencana itu dipicu dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu, kemudian diikuti sekitar 30 gempa susulan. Rangkaian gempa tersebut menghancurkan rumah-rumah warga, merusak infrastruktur dan rumah sakit, serta memaksa penutupan bandara utama negara itu. (ANT/RAI)