Jakarta, AFU.ID – Daniel Siad, rekruter model asal Prancis yang selama lebih dari satu dekade mempertemukan sejumlah perempuan dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, ditemukan tewas di kediamannya di Colombes, pinggiran Kota Paris, Senin (21/7/2026). Kantor Kejaksaan Nanterre mengonfirmasi jasad Siad ditemukan di rumahnya. Wakil Jaksa Nanterre Marie-Céline Lawrysz mengatakan otopsi akan dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kematian Siad terjadi ketika dirinya masih menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan otoritas Prancis terkait dugaan perdagangan manusia dan konspirasi kriminal yang berkaitan dengan jaringan Epstein. Meski demikian, Kejaksaan Paris menegaskan penyelidikan yang dibuka pada Februari lalu akan tetap berlanjut. Hingga kini, sedikitnya 24 perempuan telah melapor atau berhasil diidentifikasi sebagai bagian dari penyelidikan tersebut. Sebanyak 16 di antaranya telah dimintai keterangan oleh penyidik, sementara pemeriksaan terhadap korban lainnya masih dijadwalkan.
Jaksa menyebut penyidik telah menerapkan berbagai teknik investigasi terhadap Siad, termasuk penyadapan komunikasi. Namun, hingga kematiannya, aparat mengaku belum memperoleh bukti yang cukup untuk menangkapnya. Nama Daniel Siad mencuat setelah CNN mengungkap perannya dalam membantu Epstein berkenalan dengan sejumlah model muda. Berkas yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menunjukkan nama Siad muncul lebih dari 2.000 kali dalam dokumen penyelidikan Epstein. Dokumen tersebut juga mengungkap Epstein membayar Siad puluhan ribu dolar AS. Dalam sejumlah pesan, Siad beberapa kali mengirim foto perempuan muda kepada Epstein dan menawarkan mereka sebagai calon model maupun asisten.
Dalam salah satu percakapan, Siad mengirim foto seorang perempuan dengan keterangan bahwa perempuan itu memiliki potensi menjadi model atau asisten. Epstein kemudian membalas singkat, "terlalu tua." Dalam pesan lain, Siad menawarkan seorang perempuan Prancis yang ditemuinya di Marrakesh. "Perempuan Prancis yang manis di Marrakesh... Dia bilang akan senang bertemu denganmu," tulis Siad kepada Epstein.
Beberapa pekan sebelum meninggal, Siad sempat diwawancarai CNN. Ia membantah mengetahui bahwa perempuan-perempuan yang dikenalkannya kepada Epstein menjadi korban pelecehan seksual. Ia mengaku percaya Epstein telah mempertanggungjawabkan kasus pidana yang menjeratnya pada 2008 dan tidak akan mengulangi perbuatannya. "Saya mempercayainya dan menganggap dia seorang profesional. Tidak ada seorang pun yang saya kenalkan kepadanya yang kembali kepada saya dan mengatakan mengalami hal buruk," kata Siad.
Siad juga mengklaim meyakini Epstein bekerja sebagai direktur casting untuk Victoria's Secret dan agensi model MC2. Namun, CNN menyatakan tidak menemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Salah satu perempuan yang mengaku menjadi korban, model kelahiran Rusia Svetlana Pozhidaeva, mengatakan Siad adalah orang yang memperkenalkannya kepada Epstein. Menurutnya, pertemuan tersebut berujung pada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Epstein. "Kalau bukan karena dia, hidup saya mungkin akan berjalan sangat berbeda," kata Pozhidaeva.
Ia juga mengaku kecewa karena kematian Siad membuatnya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum. "Saya ingin keadilan ditegakkan, ada penyelidikan, dan akhirnya mendapatkan penutupan atas kasus ini," ujarnya. Selain diduga berperan dalam jaringan Epstein, Siad juga pernah menghadapi tuduhan pemerkosaan dari seorang model yang mengaku dilecehkan saat bekerja di Prancis pada 1990. Siad membantah tuduhan tersebut. Pengacaranya, Ménya Arab-Tigrine, menyatakan kliennya bersedia bekerja sama dalam penyelidikan dan meminta publik menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Ia juga menegaskan Siad belum pernah didakwa maupun ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sedang diselidiki otoritas Prancis. (EER)