JAKARTA, AFU.ID — Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, Selasa, 14 Juli 2026. Penyebab kematian dokter residen anestesi berinisial AKL (30) tersebut masih diselidiki kepolisian.
AKL sebelumnya tidak dapat dihubungi sejak Senin sore. Istrinya yang juga bertugas dan tinggal di asrama rumah sakit sempat mencari korban di lingkungan RSUD serta menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat, tetapi tidak memperoleh informasi. Petugas rumah sakit kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas. Dalam rekaman CCTV, AKL terakhir terlihat berjalan seorang diri keluar dari kawasan rumah sakit melalui pintu depan Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.
Pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi dengan menyisir kawasan di luar pagar rumah sakit yang menjadi arah terakhir korban berjalan. Dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans menemukan AKL dalam posisi telentang dan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 11.30 WIB. Jasad korban berada sekitar lima meter dari pagar pembatas RSUD atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Sebuah tas sandang berwarna hitam ditemukan di dekat tubuh korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan polisi langsung memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengumpulkan barang-barang yang ditemukan di lokasi untuk kepentingan penyelidikan. Barang yang diamankan meliputi tas berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, dan kartu identitas RSUD Tengku Rafian milik korban. Polisi menyebut tidak ada barang milik korban yang dilaporkan hilang.
AKL diketahui sedang menjalani pendidikan spesialis anestesi dan bertugas di RSUD Tengku Rafian. Korban berasal dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Berdasarkan keterangan awal keluarga, korban disebut tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga. Namun, informasi tersebut belum dapat menjelaskan penyebab kematiannya dan masih menjadi bagian dari pemeriksaan polisi.
Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani autopsi. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mendalami rekaman CCTV serta barang-barang yang ditemukan di lokasi. Polres Siak belum menyimpulkan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kematian tersebut. Kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan selesai. (RHU)