AFU.id

Mengerikan, Korban Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas Ekstrem di Jerman Capai 10.000 Orang

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Hampir 10.000 orang di Jerman diperkirakan meninggal akibat cuaca panas ekstrem sepanjang tahun ini, dengan sekitar 9.800 kematian tercatat sejak awal April hingga 19 Juli 2026, melampaui rekor kematian terkait panas dalam satu tahun penuh sejak 2016. Gelombang panas yang terjadi pada paruh kedua Juni, dengan suhu mendekati 42 derajat Celsius, berkontribusi signifikan terhadap angka tersebut, terutama di kalangan lansia. Perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia dianggap memperburuk frekuensi dan intensitas gelombang panas, sehingga jumlah kematian dapat terus meningkat seiring berlanjutnya musim panas.

Mengerikan, Korban Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas Ekstrem di Jerman Capai 10.000 Orang
Korban meninggal akibat cuaca panas ekstrem di Jerman mencapai hampir 10 ribu orang. (Foto Afuid)

RKI menghitung jumlah kematian terkait panas dengan membandingkan angka kematian aktual selama periode suhu tinggi dengan jumlah kematian yang biasanya diperkirakan terjadi pada waktu yang sama. Berdasarkan data sementara, jumlah kematian terkait panas pada periode awal April hingga 12 Juli mencapai sekitar 7.900 orang. Angka itu kemudian bertambah sekitar 1.900 kasus pada pekan 13 hingga 19 Juli.

Kelompok lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan. Sekitar 7.900 dari total kematian diperkirakan terjadi pada warga berusia 75 tahun ke atas. Rinciannya, sekitar 5.420 korban berusia 85 tahun atau lebih, sedangkan sekitar 2.460 korban berada dalam kelompok usia 75 hingga 84 tahun.

Sementara itu, sekitar 1.260 korban berusia 65 hingga 74 tahun. Adapun jumlah korban berusia di bawah 65 tahun diperkirakan mencapai sekitar 630 orang. RKI menyebut angka kematian biasanya meningkat secara signifikan ketika suhu rata-rata mingguan melampaui 20 derajat Celsius. Lembaga tersebut menggunakan data suhu dari 52 stasiun cuaca yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi Jerman untuk menghitung dampak gelombang panas terhadap angka kematian.

Para ilmuwan menilai perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia membuat gelombang panas menjadi lebih sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas yang semakin tinggi. Dengan musim panas yang masih berlangsung dan sejumlah wilayah Jerman diperkirakan kembali mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius, jumlah kematian terkait panas tahun ini masih berpotensi meningkat. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi