AFU.id

Ahli Mengingatkan, Krisis Iklim dan El Nino Lipat Gandakan Risiko Penyakit Mematikan Akibat Panas Ekstrem di Indonesia

Bagikan:

Penulis: Agung RiyadiReporter: M. Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Tragedi meninggalnya calon manajer Koperasi Merah Putih (KMP) akibat heat stroke menjadi alarm keras mengenai bahaya cuaca panas ekstrem di Indonesia, yang diperparah oleh interaksi antara krisis iklim global dan fenomena El Niño. Berdasarkan riset Climate Central, jumlah hari panas dan lembap berbahaya di Indonesia melonjak drastis hingga mencapai 118 hari pada periode 2016–2025, di mana kombinasi suhu tinggi dan kelembapan memicu kelumpuhan sistem pendinginan alami tubuh manusia. Kondisi ekstrem ini mengintai para pekerja lapangan, lansia, dan anak-anak dengan berbagai risiko penyakit fatal seperti heat stroke, kelelahan panas akut, gagal ginjal, hingga serangan jantung mendadak, terutama di kota-kota besar yang juga menghadapi tekanan ganda berupa polusi udara tinggi.

Ahli Mengingatkan, Krisis Iklim dan El Nino Lipat Gandakan Risiko Penyakit Mematikan Akibat Panas Ekstrem di Indonesia
Ilustrasi cuaca panas akibat El Nino (ANTARA)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi