JAKARTA, AFU.ID — Militer Israel menyatakan mulai melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah wilayah Lebanon setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan peningkatan serangan terhadap Hizbullah.
Pasukan Pertahanan Israel atau IDF menyebut serangan menyasar posisi Hizbullah di Lembah Bekaa, Lebanon timur, serta sejumlah wilayah lain.
Netanyahu dalam pernyataan video mengatakan Israel sedang berperang melawan Hizbullah dan meminta militernya memberikan pukulan lebih keras.
“Kami harus meningkatkan serangan dan intensitasnya,” kata Netanyahu, dikutip dari BBC.
Hizbullah membalas dengan melancarkan serangan roket dan drone. Kelompok bersenjata yang didukung Iran itu mengklaim melakukan 22 serangan terhadap sejumlah target, termasuk tentara, tank, barak, dan bangunan Israel.
Ketegangan kembali meningkat meski Lebanon dan Israel sebelumnya menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari. Namun, pertempuran di sejumlah titik masih terus terjadi.
Hizbullah menyebut serangan mereka sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Pejabat Lebanon dan Israel dijadwalkan melanjutkan perundingan di Washington pekan depan. Kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menuntut Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon selatan.
Sejak gencatan senjata ditandatangani pada 16 April, serangan Israel sebagian besar terjadi di Lebanon selatan, tempat pasukan Israel masih bertahan dan dari mana Israel menyebut roket serta drone diluncurkan.
Namun, serangan terbaru juga menyasar Lembah Bekaa di Lebanon timur, dekat perbatasan Suriah.
Perluasan serangan ini menunjukkan gencatan senjata Lebanon-Israel semakin rapuh. Upaya perundingan terancam berjalan di tengah saling serang yang terus meningkat di lapangan.
Sumber: BBC