JAKARTA AFU.ID — Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi berupa pembekuan aset dan larangan transaksi kepada Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dan beberapa anggota lingkaran dalam pemerintahannya.
Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) AS memasukkan Diaz-Canel bersama istri dan anaknya, yakni Lis Cuesta Peraza dan Manuel Anido Cuesta, ke dalam daftar Warga Negara yang Ditunjuk Secara Khusus.
Sanksi juga diberikan kepada anak dan cucu Raul Castro, yaitu Alejandro Castro Espin dan Raul Alejandro Castro Calis.
Penetapan sanksi tambahan diberikan kepada perusahaan pertambangan yang didukung Pemerintah Kuba, yaitu Minera La Victoria SA, serta Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat (ICAP), termasuk divisi perjalanan komersialnya, Amistur Cuba SA.
Kebijakan terbaru tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden AS, Donald Trump, terhadap Kuba. Meskipun Kuba sudah 46 tahun berada di bawah embargo AS, Trump dalam beberapa bulan terakhir disebut mengambil langkah yang lebih keras dibandingkan sebelumnya.
AS juga diketahui telah mengurangi pasokan bahan bakar ke Kuba serta beberapa kali melontarkan ancaman terkait kemungkinan tindakan lebih lanjut terhadap negara tersebut. Trump menilai pemerintah komunis Kuba sebagai ancaman bagi keamanan warga Amerika Serikat sekaligus kepentingan nasionalnya.
Trump mengatakan, Kamis (4/6/2026), Washington berencana untuk "menangani" Kuba setelah menyelesaikan urusan terkait Iran. "Negara Kuba sudah runtuh dan kami akan menanganinya setelah menangani Iran," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.
Ketika ditanya apakah sanksi AS terhadap Kuba untuk mempercepat keruntuhannya, Trump menjawab "tidak". Trump menegaskan, dia hanya ingin Kuba menjadi "negara yang dapat dikelola dengan baik dan mampu memberi makan rakyatnya".
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuding Kuba melakukan kampanye berkelanjutan, berupa perang politik, ideologis, dan institusional terhadap, Amerika Serikat.
"Sanksi ini menargetkan jaringan aksi radikal yang luas dan kekerasan dari rezim Kuba serta para aktor yang melaksanakan dan mendanai jaringan itu. Entitas dan individu yang ditetapkan hari ini mengarahkan atau mendanai rezim tersebut dan upayanya untuk memobilisasi gerakan revolusioner radikal di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," ujar Rubio. (ANT/RAI)