JAKARTA, AFU.ID — Rekaman seorang balita menunggu ayahnya pulang di depan pintu kamar kos menyentuh perhatian warganet. Anak itu adalah Muhammad Al-Faizih, balita berusia 1 tahun 7 bulan yang diasuh seorang diri oleh ayahnya, Tri Rama Dandi (26), di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Saat Faiz menunggu di kamar, Rama sedang mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.
Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, Faiz terlihat meminum susu seorang diri, berbaring di kasur, lalu beberapa kali melihat ke arah pintu. Pada rekaman lain, balita itu tampak menunggu di dekat pintu hingga tertidur sebelum ayahnya kembali. Video keseharian ayah dan anak tersebut kemudian ditonton jutaan kali serta dibanjiri doa dan dukungan warganet.
Rama menjalani peran sebagai pencari nafkah sekaligus mengurus kebutuhan anaknya setelah rumah tangganya berakhir. Karena tidak memiliki orang yang dapat menjaga Faiz, ia terkadang meninggalkan anaknya sementara di kamar kos ketika mendapat pesanan berjarak dekat. Kamera CCTV yang terhubung dengan telepon genggam digunakan untuk memantau keadaan Faiz selama dirinya bekerja.
“Sistem kerja saya mobile. Setiap selesai satu order, saya langsung kembali ke kos untuk mengecek anak,” ujar Rama saat dihubungi, Minggu (26/7/26). Ia mengaku berusaha segera pulang setelah menyelesaikan setiap pesanan agar Faiz tidak terlalu lama berada sendirian.
Rama membatasi cara tersebut hanya ketika menerima pesanan dalam jarak dekat. Apabila lokasi pesanan berada lebih dari tiga kilometer dari tempat tinggalnya, ia memilih membawa Faiz ikut menggunakan sepeda motor. Keputusan itu diambil karena Rama mengaku tidak tenang apabila harus meninggalkan anaknya terlalu lama.
Di balik kesehariannya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak, Rama mengaku pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Tekanan setelah rumah tangganya berakhir sempat membuatnya kehilangan harapan, tetapi kehadiran Faiz menjadi alasan baginya untuk bertahan. Ia kemudian memilih memusatkan tenaga dan pikirannya untuk bekerja serta membesarkan putranya.
Kisah Rama dan Faiz mengundang simpati sekaligus memperlihatkan beratnya pilihan yang dihadapi orang tua tunggal tanpa pengasuh dan dukungan memadai. Banyak warganet berharap Rama memperoleh pekerjaan yang lebih stabil atau bantuan penitipan anak sehingga tidak lagi harus meninggalkan Faiz sendirian saat menerima pesanan. Bagi Rama, setiap perjalanan yang ditempuh bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga demi memastikan kebutuhan putranya tetap terpenuhi. (RHU)