JAKARTA, AFU.ID — Penyandang disabilitas berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk bekerja, berusaha, dan mengembangkan kemampuan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah melalui pelatihan keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) bersama Kreasi Tuli Indonesia Foundation menggelar pelatihan ekonomi berupa pencetakan sablon bagi penyandang disabilitas.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendorong pemerataan kesempatan,” kata Adi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, (5/6/2026).
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama untuk berkembang apabila diberikan akses dan kesempatan yang setara. Karena itu, pelatihan keterampilan menjadi salah satu langkah untuk mendukung kemandirian ekonomi peserta.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar cetak sablon yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan maupun bekal memasuki dunia kerja.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis yang aplikatif, tetapi juga peningkatan kepercayaan diri,” ujarnya.
Founder Kreasi Tuli Indonesia Foundation Inaraya mengatakan sablon dipilih karena relatif mudah dipelajari dan memiliki peluang usaha yang cukup terbuka.
Kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas juga telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi tersebut mengatur kewajiban pemerintah, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari total pegawai.
Sementara itu, perusahaan swasta diwajibkan mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja yang dimiliki.
Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam dunia kerja. Karena itu, pelatihan keterampilan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kesiapan mereka dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.
Selain pelatihan, dukungan berupa akses pasar, pendampingan usaha, dan lingkungan kerja yang inklusif juga diperlukan agar kesempatan yang setara dapat benar-benar terwujud.
Program seperti yang dilakukan PERURI dan Kreasi Tuli Indonesia Foundation diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi dan dunia kerja. (RHU)