AFU.id

Jakarta Education and Innovation Center Hadir, Perluas Investasi Pendidikan Kelas Dunia

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Jakarta Education and Innovation Center resmi diluncurkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan inovasi di Jakarta, dengan tujuan meningkatkan daya saing kota di tingkat global melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia usaha. Dalam Focus Group Discussion yang diadakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan solusi bagi tantangan perkotaan, sementara Kementerian Keuangan RI mengalokasikan dukungan fiskal, termasuk Dana Abadi Pendidikan, untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis pengetahuan. Pemerintah berharap inisiatif ini akan menjadikan Jakarta sebagai pusat riset dan inovasi yang berdaya saing tinggi.

Jakarta Education and Innovation Center Hadir, Perluas Investasi Pendidikan Kelas Dunia
FGD on the Establishment of the Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Jakarta Education and Innovation Center Didukung APBN dan Dana Abadi Pendidikan

Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI menyiapkan dukungan fiskal untuk memperkuat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan melalui pengembangan kawasan pendidikan dan riset tersebut. Dukungan melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Abadi Pendidikan, hingga insentif perpajakan bagi kegiatan penelitian dan pengembangan. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara berharap, skema itu mampu mempercepat lahirnya ekosistem inovasi yang berdaya saing global.

Suahasil Nazara menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp7.667,3 triliun sejak 2009 hingga 2026. Dari alokasi itu, Dana Abadi Pendidikan yang Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kelola telah mencapai sekitar Rp195 triliun. Yang mana, telah membiayai lebih dari 61.000 penerima manfaat, 4.700 proyek penelitian, serta ribuan publikasi ilmiah dan program akademik lainnya.

Pemerintah RI juga menyediakan insentif Super Tax Deduction yang memungkinkan pengurangan penghasilan bruto hingga 300% atas biaya penelitian dan pengembangan di Indonesia. Pemerintah pusat akan mendukung dari sisi kebijakan dan program, sedangkan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan ruang serta infrastruktur pendukung. Sinergi itu akan menjadi penentu keberhasilan Jakarta membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. 

“Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration (kerja keras fisik, red) menuju innovation (inovasi, red). Pemerintah membutuhkan pengetahuan dari universitas, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat, red), lembaga riset, hingga institusi multidimensi untuk menjembatani hasil riset menjadi kebijakan publik (research-based policy making, red). Jadi, ini adalah wujud Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan berkontribusi bagi dunia,” tutur Wamenkeu Suahasil. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi