JAKARTA, AFU.ID – Tim medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) melakukan tindakan penambalan darurat akibat terdeteksinya kebocoran pada bola mata kanan aktivis KontraS Andrie Yunus (AY) saat operasi ketiganya pada 28 Maret 2026 lalu.
“Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva,” kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
Pihak rumah sakit juga terpaksa menjahit kelopak mata kanan pasien guna melindungi bentuk bola mata selama masa penyembuhan akibat permukaan kornea yang semakin menipis.
“Penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya,” terang Yoga.
Di luar kondisi kritis pada penglihatannya, progres penyembuhan luka bakar akibat siraman zat kimia di area tubuh pria berusia 27 tahun itu dilaporkan menunjukkan tren positif tanpa keluhan nyeri berlebih.
“Kondisi luka pasien menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan,” jelasnya.
Meski menjadi korban serangan brutal, kondisi psikologis sang aktivis dipastikan cukup stabil dan saat ini masih berada dalam pengawasan ketat tim dokter multidisiplin.
“Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik, masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan,” tambahnya.
Institusi kesehatan rujukan nasional tersebut menegaskan komitmennya untuk memberikan penanganan medis paling optimal demi mengupayakan keselamatan korban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini,” pungkas Yoga.
Sebagai informasi, peristiwa nahas yang menimpa Andrie Yunus itu terjadi usai korban merampungkan perekaman siniar di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Akibat serangan mendadak dari dua pria misterius yang berboncengan motor melawan arah tersebut, Andrie dilaporkan menderita luka bakar hingga 24 persen di area tangan, muka, dada, dan mata.
Korban pertama kali tiba di Instalasi Gawat Darurat pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, dan langsung mendapat tindakan pencucian area luka untuk menetralisir efek korosif dari zat kimia penganiayaan tersebut.