JAKARTA, AFU.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menggelar sayembara bagi warga untuk menangkap pelaku kejahatan jalanan atau begal. Meski menyatakan sejalan dengan kebijakan tersebut, Farhan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri saat menangkap pelaku. Ia menegaskan seluruh tindakan harus tetap berada dalam koridor hukum.
Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan mengikuti langkah yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk penguatan sistem keamanan lingkungan melalui siskamling. Menurutnya, upaya menjaga keamanan harus dilakukan secara terpadu bersama masyarakat dan aparat. "Kalau saya, ikut Gubernur, titik. Pokoknya saya ikut Gubernur saja. Termasuk siskamling, semua saya ikut Gubernur," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).
Meski mendukung program tersebut, Farhan menekankan warga tidak boleh bertindak di luar batas hukum ketika menghadapi pelaku kejahatan. Ia mengingatkan pelaku yang berhasil diamankan harus diserahkan kepada kepolisian tanpa mengalami tindakan kekerasan. "Jangan main hakim sendiri. Pesan dari Gubernur juga jelas, tidak boleh digebukin, tidak boleh dibunuh," ujarnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal, jambret, copet, pencurian, hingga perampokan. Hadiah yang disiapkan berkisar Rp5 juta hingga Rp50 juta, bergantung pada tingkat risiko dan aksi penangkapan yang dilakukan masyarakat. Namun, Dedi memberikan syarat bahwa pelaku harus dilumpuhkan seperlunya dan diserahkan kepada aparat kepolisian dalam keadaan hidup.
Kebijakan tersebut diumumkan sebagai respons terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan di sejumlah wilayah Jawa Barat, terutama kawasan Bandung Raya. Selain mengajak masyarakat berpartisipasi, Dedi juga meminta patroli kepolisian ditingkatkan, mengaktifkan kembali ronda malam, serta mengoptimalkan peran Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran di titik-titik rawan. Langkah itu diharapkan mampu menekan angka kriminalitas sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto memastikan kepolisian akan memperkuat patroli dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan sesuai ketentuan hukum. Kepolisian juga mendorong pengaktifan kamera pengawas di sejumlah lokasi untuk membantu pemantauan dan proses penyelidikan. Masyarakat pun diimbau tetap mengutamakan keselamatan diri serta menyerahkan penanganan pelaku kepada aparat setelah berhasil diamankan. (RAI)