Pagi masih menggantung di langit Jakarta ketika sebuah mobil hitam berhenti di pelataran Komisi Pemberantasan Korupsi. Dari dalamnya, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, turun tanpa banyak kata, Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 06.50 WIB.
JAKARTA, AFU.ID - Langkahnya singkat. Dikawal aparat kepolisian dan penyidik, ia langsung diarahkan masuk ke Gedung Merah Putih. Jaket dan topi hitam yang dikenakannya menutup sebagian ekspresi, sementara sorot kamera dan pandangan petugas mengikuti tanpa jeda. Tidak ada pernyataan yang keluar darinya saat itu.
Penangkapan Gatut Sunu Wibowo menjadi bagian dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di wilayah Jawa Timur pada Jumat malam. Dalam operasi tersebut, tim mengamankan total 16 orang. Namun, hingga pagi itu, baru sosok bupati yang terlihat tiba di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa setibanya di Jakarta, Gatut langsung menjalani pemeriksaan intensif. “Pagi ini, tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Budi Prasetyo.
Ruang pemeriksaan menjadi titik berikutnya dalam rangkaian proses yang masih berjalan. Status hukum para pihak yang diamankan belum diumumkan, sementara tim KPK disebut masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan data dan keterangan tambahan.
Sebelumnya, Budi Prasetyo juga menyebut bahwa operasi senyap tersebut menyasar sejumlah pihak, dengan Gatut Sunu Wibowo sebagai salah satu yang diamankan. Namun, rincian perkara yang melatarbelakangi penangkapan itu belum disampaikan secara terbuka.
Di balik pintu-pintu gedung KPK, proses hukum terus bergulir. Sementara di luar, pagi Jakarta berjalan seperti biasa—menyisakan satu peristiwa yang masih menunggu penjelasan lebih lanjut. (*)