Jakarta, AFU.ID - Keluarga Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, mengungkap adanya perselisihan yang dialami almarhum dengan kakak ipar Febrie Adriansyah terkait proyek tambang batu bara di Jambi. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum meninggal dunia Sutrimo sempat menceritakan kepada adik iparnya, Soim, bahwa dirinya pernah berselisih dengan kakak ipar Febrie Adriansyah akibat persoalan proyek batu bara tersebut.
Keluarga menyebut perselisihan itu membuat Sutrimo hidup dalam ketakutan. Menurut mereka, hubungan Sutrimo dengan kakak ipar Febrie Adriansyah tidak pernah kembali membaik hingga almarhum meninggal dunia. "Almarhum selalu ketakutan, sampai dengan almarhum meninggal tidak pernah akur dengan kakak ipar Bapak Febrie Adriansyah," demikian bunyi keterangan keluarga yang diterima redaksi AFU.ID di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Selain itu, keluarga juga mengaku Sutrimo pernah menyampaikan bahwa dirinya dijanjikan sebuah mobil. Namun, hingga meninggal dunia, janji tersebut disebut tidak pernah dipenuhi. Sutrimo dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/7). Berdasarkan laporan yang beredar, ia sempat menghubungi kerabat sekitar pukul 06.37 WIB untuk mengeluhkan kondisi kesehatannya. Saat didatangi, korban ditemukan sudah tidak sadarkan diri dengan busa keluar dari mulut dan hidung.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Namun, berdasarkan rekam medis rumah sakit, Sutrimo telah tiba dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga mengatakan jenazah tiba di rumah duka pada malam harinya menggunakan ambulans yang didampingi tiga orang. Saat diserahkan kepada keluarga, jenazah telah dimandikan dan dikafani sehingga keluarga hanya sempat melihat bagian wajah sebelum proses pemakaman.
Pihak keluarga juga mengaku hingga pemakaman selesai, barang-barang pribadi milik Sutrimo seperti telepon seluler, dompet, kartu ATM, dan pakaian belum diserahkan kepada keluarga. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Febrie Adriansyah maupun pihak yang disebut dalam keterangan keluarga terkait dugaan perselisihan mengenai proyek tambang batu bara di Jambi tersebut. Informasi yang disampaikan keluarga juga belum dapat diverifikasi secara independen. (EER)