Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Sebut Tidak Temukan CCTV, Polisi Identifikasi Pelaku Masuk Ruang Senjata di Sekolah Swasta Jaksel Lewat Tes DNA
Bagikan:
Penulis: Muhammad Fakhruddin · Reporter: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ringkasan Berita
Kepolisian Jakarta Selatan mengidentifikasi pelaku yang masuk ke ruang penyimpanan senjata di sebuah sekolah swasta melalui sampel tes DNA, mengingat tidak ditemukan kamera CCTV di lokasi tersebut. Tiga ruangan yang diperiksa adalah ruangan eks Ketua Yayasan, Sekretaris, dan Sarana Prasarana, dengan total 30 item yang diambil dari olah tempat kejadian perkara. Meskipun ruangan tersebut sempat disebut bunker, pihak kepolisian menyatakan bahwa itu adalah basement yang terhubung dengan ruangan lain, dan pihak yayasan telah diizinkan melanjutkan aktivitas setelah dinyatakan steril.
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah temuan 995 airsoft gun dan narkoba di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).
JAKARTA, AFU.ID -- Kepolisian mengidentifikasi pelaku yang masuk atau pernah berkontak dengan ruangan yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata di sebuah sekolah di Jakarta Selatan melalui sampel tes DNA. Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech mengatakan petugas telah mengambil seluruh sampel DNA dari tiga ruangan tersebut untuk mengetahui pihak yang pernah berada maupun berkontaminasi di dalam ruangan.
Tiga ruangan tersebut yakni ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana yayasan sekolah. "DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut," kata Alpino di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui pihak yang masuk ke ruangan penyimpanan senjata tersebut. Alpino juga meluruskan penyebutan lokasi sebagai bunker. Menurutnya, ruangan tersebut bukan bunker, melainkan basement yang terhubung dengan ruangan lainnya. "Sebetulnya itu bukan bunker, sebetulnya itu basement yang terconnecting dengan ruangan. Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek," ujarnya.
Polisi juga telah memeriksa bagian basement tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya temuan lain. Namun, Alpino menyebut tidak ada temuan di lokasi yang disebut bunker tersebut. Selain pemeriksaan ruangan, polisi juga mengecek keberadaan kamera pengawas atau CCTV di lokasi. Hasilnya, tidak ditemukan kamera CCTV di area tersebut.
Sementara itu, setelah proses pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai dilakukan, pihak yayasan telah diperbolehkan kembali menjalankan aktivitas di sekolah usai dinyatakan steril. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mengambil sebanyak 30 item dari olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah temuan senjata airsoft gun kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.