Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 464 kasus kejahatan di sektor minyak dan gas (migas) terungkap sepanjang semester pertama 2026. Dari rangkaian perkara tersebut, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai lebih dari Rp756 miliar berhasil dicegah. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan pengungkapan itu diikuti penetapan 594 tersangka.
Penyidik menyita berbagai barang bukti, antara lain 669 ribu liter solar, 80 ribu liter Pertalite, serta sekitar 30 ribu tabung LPG berbagai ukuran. Salah satu perkara yang menjadi perhatian ialah penyalahgunaan pengangkutan 120 ribu liter biosolar bersubsidi. Dalam kasus tersebut, penyidik menyita satu kapal tanker, dua kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB), dan tujuh truk pengangkut yang diduga digunakan dalam praktik ilegal.
Menurut Sigit, praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi masih menjadi salah satu fokus penindakan karena berdampak langsung terhadap penyaluran energi yang seharusnya diterima masyarakat. Selain penegakan hukum, kepolisian mulai memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi untuk memasok kebutuhan 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya efisiensi dan mendukung program swasembada energi.
Dalam bidang pemberantasan narkotika, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat 24.837 perkara berhasil diungkap dengan 32.792 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi 3,1 ton sabu, 4,1 ton ganja, 763 ribu butir ekstasi, hingga 59,2 juta butir obat keras dengan nilai diperkirakan mencapai Rp10,4 triliun. "89 juta jiwa selamat dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Polri juga berusaha melakukan transformasi 148 kampung narkoba dan saat ini menjadi kampung bebas dari narkoba," ujar Sigit.
Di sektor ketenagakerjaan, kepolisian juga mengklaim telah memfasilitasi 4.216 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Desk Ketenagakerjaan. Selain itu, sebanyak 267 perkara ketenagakerjaan ditangani, dengan 40 kasus di antaranya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. (RAI)