JAKARTA, AFU.ID — Nama Dea Arranoya menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahannya di media sosial yang menampilkan gaya hidup mewah viral dan menuai kritik. Konten tersebut dinilai tidak sensitif karena diunggah ketika masyarakat Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Polemik yang berkembang kemudian turut menyeret nama ayahnya yang merupakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Perhatian publik semakin kencang setelah Dea mengunggah berbagai konten yang memperlihatkan perjalanan ke Korea Selatan, Thailand, hingga sejumlah negara di Eropa. Ia juga memamerkan Vespa matik baru, mobil yang disebut dipenuhi keinginannya oleh sang ayah, dan mengunggah tangkapan layar percakapan keluarga yang dinilai bernada menyombongkan kondisi ekonomi, pendidikan, keluarga, hingga pasangan. Unggahan lain yang ikut menuai kritik adalah foto sekitar 15 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) di garasi rumah keluarganya.
Perdebatan semakin memanas setelah Dea secara terbuka mengungkap biaya pendidikan yang ditanggung ayahnya melalui media sosial. Dalam salah satu unggahan, ia menulis, "Menghabiskan uang papa kak, menyala UKT koas + S2 20 juta++ itu." Berbagai unggahan tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu reaksi negatif dari warganet.
Polemik tersebut akhirnya berdampak pada jabatan ayah Dea, dr. Nevi Rizal, M.Kes., M.H.Kes., yang saat itu menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Nevi memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral, sementara sehari sebelumnya Dea telah menyampaikan permintaan maaf melalui surat terbuka bermeterai dan mengakui seluruh unggahannya itu merupakan bentuk kelalaian dan ketidakdewasaan dalam menggunakan media sosial. "(Keputusan ini diambil) akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi," kata Nevi dalam video yang diunggah akun Instagram Kominfo Gayo Lues, Kamis (23/7/2026).
Profil Dea Arranoya
Dea Arranoya merupakan putri dr. Nevi Rizal yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Aceh. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ia menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Dokter Hewan di Universitas Syiah Kuala pada 2025. Setelah lulus, Dea melanjutkan Pendidikan Profesi Dokter Hewan di universitas yang sama sejak Agustus 2025.
Selain menempuh pendidikan profesi dokter hewan, Dea juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Indonesia. Dengan demikian, saat ini ia masih menjalani dua jenjang pendidikan secara bersamaan dan belum diketahui memiliki aktivitas profesional di luar dunia akademik. Sebelum kejadian ini, Dea diketahui cukup aktif membagikan kegiatan sehari-hari melalui akun media sosial pribadinya.
Sebagian besar unggahan Dea berisi dokumentasi perjalanan, aktivitas bersama keluarga, hingga momen selama menjalani pendidikan. Namun, sejumlah konten yang memperlihatkan gaya hidup mewah akhirnya menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan luas di media sosial. Polemik tersebut kemudian berkembang menjadi isu nasional setelah berdampak pada jabatan ayahnya sebagai pejabat daerah.
Setelah menuai kritik, Dea menghapus seluruh unggahan yang dipermasalahkan dan menonaktifkan akun Instagram pribadinya, sementara akun TikTok yang sebelumnya sempat dikunci juga tidak lagi ditemukan. Dalam surat permintaan maafnya, ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa serta berupaya menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan peka terhadap kondisi masyarakat. (RAI)