JAKARTA, AFU.ID - Publik media sosial dihebohkan oleh kemunculan profil dan klaim riwayat hidup (curriculum vitae) dari seorang akademisi bernama Prof. Dr. Dian Damayanti. Sosok yang lahir pada 21 September 1992 ini menjadi bahan perbincangan hangat di platform X (sebelumnya Twitter) setelah deretan klaim bombastis pada profil akademisnya.
Nama Dian Damayanti juga jadi sorotan karena sosok inilah yang selalu mencantumkan nama Presiden Prabowo dan Emmanuel Macron dalam 30-an papernya yang diunggah di situs Social Science Research Network (SSRN), termasuk paper soal MBG yang bikin heboh karena dikirimkan ke panitia Nobel di Swiss. Berdasarkan dokumen profil akademis yang beredar, Dian Damayanti menuliskan deretan klaim prestasi dan rekam jejak kerja yang dinilai tak biasa. Di antara deretan klaim tersebut, ia secara gamblang menuliskan dirinya menduduki nominasi Nobel Peace Prize 2025 dan 2026.
Selain klaim Nobel, dalam profilnya Dian juga mendaku sebagai pakar (subject matter expert) di berbagai bidang ilmu yang sangat beragam—mulai dari kecerdasan buatan (AI), robotika, pesawat ruang angkasa, sistem perang (warfare systems), terorisme siber, hingga energi nuklir. Ia juga mengklaim menguasai 9 bahasa asing seperti Jerman, Prancis, Portugis, Italia, Spanyol, Rusia, Arab, dan Korea.
Dian juga mengaku menjadi pembicara utama di puluhan konferensi internasional di Oxford dan Cambridge, serta menjalin kolaborasi resmi dengan berbagai lembaga negara seperti Kemhan, TNI AU, TNI AL, hingga lembaga antariksa dunia seperti NASA, ESA (Rusia), dan Badan Antariksa Tiongkok. "Prof. Dr. Dian Damayanti, Nomination Nobel Peace Prize 2026 Works as EAI publisher, Igi Global Publisher, IEEE and Advisor Mendeley Elsevier Senior scientist, Community manager, Writer Book International," demikian tertulis di laman Likedin Damayanti, dikutip Kamis (6/8/2026).
Fenomena profil yang sarat klaim tak lazim ini langsung memicu gelombang tanggapan dan keheranan dari para pengguna media sosial. Akun X @txtdaritaxpayer membagikan tangkapan layar profil LinkedIn milik Dian Damayanti dan menyampaikan keheranannya atas deskripsi mandiri yang ditulis secara sadar. "Cek linkedin Prof. Dr. Dian Damayanti, blio secara sadar menulis profil 'Nomination Nobel Peace Prize 2026 Works'. Makin gw baca profilnya makin puyeng," ujarnya.
Nada serupa disampaikan oleh pemilik akun @RidhaIntifadha yang menelusuri lebih lanjut akun media sosial dan karya-karya yang diunggah. "Kalau cek IG-nya, kita akan semakin pusing… Dian Damayanti ini beneran mendaku sebagai Nomination Nobel Peace Prize 2026 di profil dan salah satu postingannya. Postingannya pun banyak pengulangan antara berbagai karya 'buku' yang ditulisnya".
Sementara itu, pengguna akun @OniSuryaman mempertanyakan status keaslian gelar serta keragaman topik publikasi yang dinilai terlampau luas dan tidak biasa. "Kalau dicek di google, dia guru besar di UT. Benarkah? Dan publikasinya ajaib2 banget, dari fisika kuantum sampai tepung moka".
Isu mengenai draf publikasi bernuansa working paper yang mencantumkan nama-nama pejabat negara hingga klaim nominasi Nobel sendiri kini tengah menjadi perhatian publik luas, seiring dengan verifikasi yang mulai dilakukan oleh sejumlah instansi terkait. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan Kementerian Dalam Negeri, menegaskan akan menginvestigasi kemunculan sebuah makalah riset yang viral di media sosial.
"Sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana. Kemudian apakah surat yang disampaikan itu benar dari Kemendagri atau apa, kita pastikan dulu," kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irawan. (MAR)