JAKARTA, AFU.ID — Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI), Immanuel Ebenezer melancarkan serangan balik kepada Irvian Bobby Mahendro.
Noel, sapaan akrab Immanuel Ebenezer, membantah keras kesaksian Irvian Bobby Mahendro yang berstatus terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Noel menduga pernyataan dari pria berjuluk ‘Sultan Kemnaker’ tersebut menyimpang dan menyudutkannya.
Di mana, terdakwa membongkar borok saksi utama yang diklaim memiliki kekayaan tak wajar dan identitas ganda.
“Di saksi persidangan, ada fakta bahwa dia (Irvian Bobby Mahendro, red) bilang bahwa saya sudah kenal dari bulan September dan Oktober (2024, red),” ungkap Noel pada Senin, (27/4/2026).
“Sedangkan saya diangkatnya (sebagai Wamenaker RI, red) bulan Oktober akhir, saya juga heran kapan ketemunya,” sambungnya.
Ia pun menilai narasi intimidasi yang Irvian Bobby Mahendro telah bangun di persidangan hanyalah fiksi belaka.
Menurutnya, terdakwa justru memelintir permintaan peminjaman sepeda motor dengan seolah-olah menjadi sebuah ancaman yang membahayakan nyawa.
“Dia buat narasi seakan-akan diintimidasi, ditekan, alasannya nanyain motor, bilang saja minjem, masa intimidasi begitu, lucu orang ini buat narasi yang sebetulnya ngawur,” tutur Noel.
Ia lantas menuding Irvian Bobby Mahendro sebagai pemain lama yang telah meraup keuntungan haram sejak bertahun-tahun lalu.
Buktinya adalah lonjakan saldo rekening yang sangat fantastis dan kepemilikan tiga Nomor Induk Kependudukan (NIK) berbeda untuk menutupi jejak kejahatan.
“Orang ini kan sebetulnya pemain, sudah tahu permainan ini (sejak, red) 2012, kita lihat rekeningnya ngebludak kan, belum lagi pidana umumnya soal NIK yang ada tiga, itu kacau,” ujar Noel.
Rentetan kejanggalan identitas tersebut semakin parah dengan status pernikahan Irvian Bobby Mahendro yang sengaja disembunyikan dari instansi tempatnya bekerja.
Noel meyakini, serangkaian kebohongan berlapis tersebut akan membuat majelis hakim meragukan seluruh kesaksian yang telah diberikan sebelumnya.
“Banyak sekali kebohongan-kebohongan yang dia lakukan, makanya saya sampaikan di sidang, kalau mau berbohong itu sempurna, jangan tidak sempurna,” paparnya.
Tudingan Irvian Bobby Mahendro ke Noel
Sebagai informasi, sepekan sebelum bantahan telak tersebut mengemuka, Irvian Bobby Mahendro melemparkan tudingan serius di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
Ia menyebut adanya permintaan setoran tunai yang bernilai fantastis dari mantan pimpinannya, Noel, dengan dalih untuk kebutuhan dinas Kemnaker RI.
“Dia (Noel, red) menyampaikan terkait keperluan operasional Wamenaker,” ucap Irvian Bobby Mahendro saat bersaksi pada 21 April 2026.
Ia mengeklaim pengajuan permintaan upeti tersebut hanya beberapa bulan setelah pergantian pucuk pimpinan di Kemnaker RI.
Proses penyerahan uang penyimpangan tersebut bahkan menggunakan perantara staf khusus (stafsus) agar atasannya tak meninggalkan jejak secara langsung.
“Permintaan tersebut mencapai satu miliar rupiah yang dikomunikasikan melalui staf khususnya,” kata Irvian Bobby Mahendro.
Untuk menyamarkan transaksi kotor, aliran dana gelap tersebut sengaja tidak diberikan sekaligus, melainkan dipecah ke dalam beberapa termin penyerahan.
Mata uang yang digunakan pun secara khusus dikonversi ke dalam pecahan valuta asing.
“Penyerahan dana dilakukan dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan diberikan dalam dua tahap, masing-masing lima ratus juta rupiah,” rinci Irvian Bobby Mahendro.
Selain uang tunai bernilai miliaran rupiah, Ia menuding Noel secara sepihak merampas kendaraan roda dua miliknya.
Kendaraan bermotor tersebut diklaim langsung dikirimkan ke kediaman pribadi sang mantan pejabat.
“Motor tersebut kemudian dikirim ke kediaman pribadinya di Depok, Jawa Barat,” pungkas Irvian Bobby Mahendro. (ADR/NAD)