JAKARTA, AFU.ID — Polda Sumatera Utara menyita 130 kilogram sabu dari sebuah mobil di Desa Pucok Alue Barat, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Seorang sopir berinisial ZHM (30) ditangkap setelah berusaha melarikan diri dari kejaran petugas pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ketika tersangka menolak menghentikan kendaraannya. ZHM kemudian meninggalkan mobil dan bersembunyi di area perkebunan sebelum akhirnya ditemukan petugas.
Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan kasus narkotika sebelumnya yang mengarah pada rencana pengiriman sabu melalui Aceh Timur. Petugas kemudian melihat Toyota Innova putih bernomor polisi BL 1464 DT melintas di Jalan Medan–Banda Aceh. Pengemudi yang menyadari dirinya dibuntuti langsung mempercepat laju kendaraan hingga terjadi aksi kejar-kejaran. Polisi akhirnya menghentikan mobil tersebut setelah tersangka turun dan mencoba menghilang di area kebun.
Dalam penggeledahan, petugas menemukan tujuh karung berisi 130 bungkus sabu dengan berat total sekitar 130 kilogram. Narkotika tersebut dikemas menggunakan bungkus teh asal China berwarna merah bertuliskan “Chinese Pin Wei”. Selain itu, polisi juga menyita mobil, telepon genggam, uang tunai Rp500 ribu, serta plastik pembungkus. Hasil uji awal menunjukkan seluruh barang tersebut positif mengandung sabu.
ZHM mengaku diperintah oleh seorang pria berinisial JR untuk mengantar sabu ke wilayah Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara. Ia dijanjikan bayaran sebagai kurir, namun jumlahnya belum diungkap oleh pihak kepolisian. Petugas telah mendatangi wilayah Julok untuk mencari JR, tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan dan nomor teleponnya sudah tidak aktif. Penyidik kini terus memburu pemberi perintah sekaligus menelusuri pihak penerima barang tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Andy Arisandi menduga sabu tersebut berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur laut menuju Aceh. Ia menilai jalur penyelundupan mulai bergeser, mengingat sejumlah pengungkapan sebelumnya lebih banyak terjadi di pesisir timur Sumatera Utara. ZHM bersama barang bukti telah dibawa ke Ditresnarkoba Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mengembangkan kasus ini guna membongkar jaringan narkotika lintas provinsi yang terlibat. (RHU)