Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
KPK Buka Peluang Usut Perusahaan Forwarder Lain Selain PT Blueray Kasus Bea Cukai
Bagikan:
Penulis: Administrator · Reporter: Putri Nadhila
Ketua KPK, Setyo Budiyanto (Foto:AFU.ID/Putri Nadhila)
JAKARTA, AFU.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan membuka peluang untuk mendalami keterlibatan entitas forwarder selain PT Blueray dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi(TPK) terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
“Enggak mungkin nanti ibaratnya ada forwarder yang lain yang kira-kira melakukan hal yang sama, tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pemeriksaan," ungkap Ketua KPK, Setyo Budiyanto, Jumat 20 Febuari 2026.
Kendati demikian, Setyo menyebut saat ini KPK masih fokus mendalami PT Blueray.
"Kelihatannya penyidik masih fokus ke situ, karena ini kan berangkat dari OTT ya," ujarnya.
Lebih lanjut, Setyo menjelaskan penetapan status tersangka dari giat tangkap tangan membutuhkan kecukupan dan kecepatan pengumpulan alat bukti awal.
"OTT kecepatan untuk penentuan terhadap tersangka, untuk bisa memastikan bahwa kecukupan alat buktinya ke situ," jelasnya.
Terkait peluang menyeret pihak forwarder lain, Setyo menegaskan penyidik harus memiliki pijakan hukum yang kuat.
"Tapi ya segala sesuatunya terhadap beberapa yang lain pasti didasarkan alat bukti," tegas Setyo.
Ia memastikan KPK tidak akan ragu melakukan pemanggilan dan pemeriksaan jika ditemukan indikasi ada perusahaan lain yang ikut bermain.
"Tapi berdasarkan keterangan-keterangan dan alat bukti yang lain," pungkasnya.
Adapun sebagai informasi, KPK telah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus tersebut.
Berikut perincian keenam tersangka yakni:
1. Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan danPenyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 s.d Januari 2026 2. Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) 3. Orlando Hamonangan (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) 4. John Field (JF) selaku Pemilik PT Blueray (BR) 5. Andri (AND) selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR 6. Dedy Kurniawan (DK) selaku Manager Operasional PT BR. (*)