Penulis: Administrator · Reporter: Putri Nadhila
Jakarta, Afu.id — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum aparat keamanan yang menjadi pelindung praktik kejahatan di sektor hulu migas pada Selasa, 7 April 2026. SKK Migas mendukung penuh komitmen jajaran TNI dan Polri untuk menindak tegas setiap anggotanya yang terbukti terlibat.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang tadi disampaikan oleh Wadan Puspom TNI, bahwa oknum-oknum di lapangan, baik itu yang berbaju hijau maupun coklat, akan ditindak tegas,” ujar Djoko kepada wartawan di Markas Besar Polri, Selasa 7 April 2026.
Ia mengungkapkan informasi mengenai keterlibatan aparat yang membekingi para mafia minyak dan gas tersebut masih sering terdengar di lapangan. Oleh karena itu, langkah pembersihan internal secara menyeluruh sangat dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan energi nasional.
“Masih ada laporan yang, katanya dibekingi oleh oknum-oknum TNI-Polri, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun,” jelasnya.
Djoko menjelaskan saat ini pemerintah sedang berupaya keras menjaga stabilitas harga energi di tengah fluktuasi global. Keuntungan ekspor yang dialokasikan kembali untuk subsidi masyarakat membuat pengawasan terhadap potensi kebocoran anggaran dari praktik pencurian menjadi sangat krusial.
“Sekali lagi, kami SKK Migas mengapresiasi TNI-Polri yang telah berupaya mengawasi dan menindak, terutama di kegiatan hulu migas, yaitu kegiatan pengeboran ilegal dan juga illegal tapping, yaitu pencurian minyak bumi melalui pipa-pipa,” pungkas Djoko. (nad/asw)