Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jakarta Selatan memprotes keras tindakan aparat kepolisian yang disebut mengejar massa demonstrasi hingga masuk ke area sekretariat organisasi usai aksi di kawasan SPBU Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026). GMNI menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang mencederai ruang organisasi mahasiswa
Sekretaris Daerah GMNI Jakarta Selatan Ahmad Fakhir mengatakan peristiwa itu bermula ketika kader GMNI menggelar aksi protes di kawasan SPBU Pancoran. Aksi sempat diwarnai pembakaran ban sebagai bentuk penyampaian aspirasi sebelum petugas melakukan pembubaran massa.
Menurut Fakhir, ketegangan terjadi setelah aparat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang memicu adu mulut dengan peserta aksi. Setelah massa diminta membubarkan diri dan kembali ke sekretariat, sejumlah anggota kepolisian disebut ikut bergerak menuju lokasi tersebut.
Fakhir menyebut keberadaan aparat di lingkungan sekretariat memicu penolakan dari kader organisasi dan warga sekitar. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang anggota polisi memasuki lorong sekretariat sebelum keluar melalui akses lain. “Polisi mau masuk ke sekret dan pekarangan warga. Jadi dihalau oleh para kader GMNI dan warga Pancoran di sana,” kata Fakhir, Rabu (17/6/2026)
Fakhir menilai tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi karena sekretariat mahasiswa merupakan ruang organisasi yang digunakan untuk kaderisasi dan aktivitas kemahasiswaan. “Tindakan para aparat tersebut telah melukai marwah gerakan mahasiswa dan menciptakan ketakutan di ruang-ruang kaderisasi,” kata Fakhir di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
“Kapolda dan Wakapolda harus meminta maaf secara resmi kepada seluruh kader GMNI dan masyarakat,” Tambahnya. GMNI Jaksel menegaskan tidak menolak proses penegakan hukum selama dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Organisasi tersebut meminta aparat tetap menghormati ruang organisasi mahasiswa dan tidak melakukan tindakan yang dianggap intimidatif. (ANT/RAI)