AFU.id

Inflasi Tembus 5,94%, Hidup di Papua Barat 3 Kali Lebih Mahal dari Lampung

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Inflasi Tembus 5,94%, Hidup di Papua Barat 3 Kali Lebih Mahal dari Lampung
Ilustrasi inflasi yang tinggi membuat wilayah di Provinsi Papua Barat sangat tertinggal dan masyarakatnya hidup di garis kemiskinan. (Foto: Gemini AI)

Analisis Dampak

Lompatan inflasi yang menyentuh hampir 6% di Provinsi Papua Barat memicu efek domino yang berbahaya bagi keadilan sosial.

Pendapat rata-rata masyarakat di wilayah luar Pulau Jawa tidak tumbuh secepat laju inflasinya menjadi ancaman kemiskinan baru.

Kenaikan biaya hidup sebesar 5,94% di Provinsi Papua Barat akan langsung menggerus daya beli riil masyarakat setempat.

Bahkan memaksa mereka memangkas pemenuhan gizi dan pendidikan, serta mempercepat peningkatan angka kemiskinan struktural.

Ketimpangan inflasi maupun kesejahteraan antara wilayah barat dan timur juga menciptakan narasi ‘Indonesia Sentris’ yang pemerintah seing gembar-gemborkan menjadi bias.

Warga di ujung timur Indonesia harus terus bergelut dengan harga barang yang semakin tak terjangkau.

Di saat yang sama, warga Lampung atau Jakarta bisa menikmati kestabilan harga kebutuhan pokok.

Daerah dengan tingkat inflasi tinggi dan tak stabil juga menghadirkan ketidakpastian investasi.

Hal tersebut karena para pelaku usaha cenderung menghindari karena mempertimbangkan biaya operasional yang sulit diprediksi.

Akibatnya, roda perekonomian di Provinsi Papua Barat maupun daerah dengan angka inflasi tinggi berpotensi semakin jalan di tempat.

Data IHK dan inflasi periode Mei 2026 tersebut pun tak boleh hanya sekadar deretan angka statistik bagi BPS.

Akan tetapi, data tersebut merupakan rapor merah bagi kementerian terkait dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Jika rantai pasok ke Indonesia Timur tak segera dibenahi dari akarnya, maka sebutan ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ akan tetap menjadi angan-angan yang gagal terwujud di bumi Papua. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi