JAKARTA, AFU.ID — Hyundai Hillstate menutup Women’s Volleyball Top Club Super Match 2026 tanpa kemenangan dan gagal merebut satu set pun. Klub Korea Selatan itu kalah 0-3 dari Shanghai Bright Ubest dan Osaka Marvelous di Jeju. Hasil tersebut membuat kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi dalam susunan utama Hyundai semakin dinantikan.
Hyundai kesulitan mengimbangi permainan Shanghai dalam pertandingan pertama. Sehari kemudian, mereka kembali kalah telak saat menghadapi Osaka meski sempat memberikan perlawanan pada penghujung laga. Enam set yang dimainkan berakhir tanpa satu pun kemenangan untuk wakil Korea Selatan tersebut.
Megawati tidak absen karena cedera ataupun kalah bersaing dengan pemain lain. Peraturan turnamen tidak memperbolehkan pemain asing dan pemain yang sedang masuk agenda tim nasional untuk diturunkan. Ketentuan itu membuat Hyundai juga tampil tanpa Jordan Wilson dan beberapa pemain utamanya.
Karena itu, dua kekalahan di Jeju belum sepenuhnya menggambarkan kekuatan Hyundai menjelang V-League musim 2026–2027. Turnamen tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk memberi kesempatan kepada pemain muda dan pelapis. Namun, lemahnya daya serang Hyundai tetap menunjukkan pentingnya kehadiran Megawati dalam susunan utama.
Megawati direkrut untuk menjadi salah satu sumber angka utama Hyundai pada musim baru. Pemain berjuluk Megatron itu diharapkan memberi ketajaman yang tidak terlihat dalam dua pertandingan di Jeju. Hyundai juga menyiapkan Jordan Wilson untuk membantu membangun lini serang yang lebih seimbang.
Pelatih Hyundai Kang Sung-hyung sebelumnya menilai kemampuan Megawati telah terbukti selama bermain di Liga Voli Korea. “Kemampuannya akan sangat membantu memperkuat serangan dan penerapan strategi tim,” kata Kang ketika perekrutan Megawati diumumkan. Penilaian itu menunjukkan besarnya peran yang disiapkan untuk pemain asal Jember tersebut.
Hyundai membawa Megawati ke Jeju meski tidak dapat mendaftarkannya dalam pertandingan. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mempercepat adaptasi dengan rekan setim, lingkungan klub, dan pola permainan baru. Namun, Hyundai belum mengumumkan secara resmi pertandingan yang akan menjadi debut Megawati.
Hyundai memasuki musim baru setelah menempati peringkat kedua babak reguler V-League Putri 2025–2026. Perjalanan mereka kemudian terhenti di babak playoff sehingga gagal melaju ke seri final. Hasil itu membuat Hyundai kembali membangun kekuatan untuk bersaing dalam perebutan gelar musim berikutnya.
Catatan Hyundai di KOVO Cup 2025 juga berakhir sebelum mencapai final. Mereka mampu melewati fase grup, tetapi tersingkir pada babak semifinal dan gagal mempertahankan gelar yang diraih setahun sebelumnya. Dua kegagalan tersebut menjadi alasan Hyundai memperkuat tim dengan mendatangkan Megawati dan sejumlah pemain baru.
Peluang terdekat bagi Megawati untuk menjalani debut mengarah pada KOVO Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober. Turnamen itu digelar sebelum V-League 2026–2027 dimulai pada akhir bulan yang sama. Setelah gagal mempertahankan gelar KOVO Cup, tersingkir di playoff V-League, dan tidak merebut satu set pun di Jeju, Hyundai kini menanti Megawati membantu mengembalikan tim ke jalur juara. (RHU)