JAKARTA, AFU.ID — Penataan kabel jaringan utilitas di Jakarta diminta tidak dilakukan secara terpisah dari pekerjaan pipa air, trotoar, dan saluran. Proyek yang berjalan sendiri-sendiri berisiko membuat jalan dibongkar berulang dan kembali mengganggu lalu lintas warga.
Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan seluruh instansi yang memiliki pekerjaan di lokasi sama perlu menyusun jadwal bersama. Pola tersebut diperlukan agar satu ruas jalan tidak berkali-kali ditutup setelah proyek sebelumnya selesai dikerjakan. “Maunya kami, pekerjaan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan PAM, trotoar, saluran, dan infrastruktur lainnya. Jadi jangan bongkar-pasang, bongkar-pasang. Dulu saja pengerjaan beberapa kilometer sudah menimbulkan kemacetan luar biasa,” kata Yuke di Jakarta, Kamis (16/7/26).
Menurut Yuke, koordinasi harus melibatkan organisasi perangkat daerah, Perumda PAM Jaya, serta pihak lain yang menggunakan ruang di bawah jalan dan trotoar. Apabila pekerjaan dilakukan serentak, waktu penutupan jalan dapat dipersingkat dan permukaan yang telah diperbaiki tidak perlu dibongkar kembali. Persoalan galian berulang kerap dirasakan pengguna jalan ketika proyek utilitas dikerjakan pada waktu berbeda. Selain mempersempit jalur kendaraan, pekerjaan tersebut dapat mengganggu akses rumah, pertokoan, serta aktivitas masyarakat di sepanjang lokasi proyek.
Pemprov DKI kini telah memiliki payung hukum untuk menata kabel di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan peraturan daerah yang telah ditandatangani dan diundangkan akan menjadi dasar untuk memindahkan jaringan kabel yang selama ini semrawut. “Dengan Perda yang sudah saya tanda tangani dan sudah diundangkan, mudah-mudahan penanganan kabel bisa tertangani lebih baik,” ujar Pramono.
Terbitnya aturan tersebut membuka jalan bagi penataan kabel secara lebih luas. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kemampuan pemerintah menyatukan pekerjaan setiap instansi agar pemindahan kabel tidak menambah rangkaian galian baru di jalan-jalan Jakarta. Penataan kabel bukan hanya persoalan memindahkan jaringan dari udara ke bawah tanah. Pekerjaan itu juga harus memastikan warga tidak terus menanggung kemacetan akibat ruas yang sama dibongkar bergantian oleh pelaksana proyek berbeda.(RHU)